Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Bajak Developer Facebook, Bayarannya Seharga Mobil
    Insight News

    TikTok Bajak Developer Facebook, Bayarannya Seharga Mobil

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 April 2023Updated:15 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bukan cuma situasi politik yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan China, tetapi juga kompetisi antar perusahaan teknologi. Salah satunya antara TikTok dan Facebook.

    Laporan The Wall Street Journal menyebut induk TikTok, ByteDance, diam-diam membajak para developer aplikasi VR yang bekerja sama dengan Facebook.

    Tak tanggung-tanggung, insentif yang ditawarkan bisa langsung beli mobil. Kisaran insentif per judul aplikasi dilaporkan mulai dari US$ 15.000 (Rp 225 juta) hingga US$ 25.000 (Rp 366 juta).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut orang dalam, ByteDance ingin menggenjot bisnis VR melalui perangkat Pico headset miliknya, dikutip Jumat (14/4/2023).

    VR saat ini berperan penting dalam industri game. Selama ini, Facebook menjadi satu-satunya platform internet yang paling serius mengembangkan ekosistem VR.

    Namun, di masa mendatang, sepertinya akan makin banyak raksasa teknologi yang menggarap VR. Selain ByteDance, Apple juga dikabarkan tengah menyiapkan headset mixed reality yang menggabungkan VR dan AR (augmented reality/realitas tertambah).

    Jika raksasa teknologi makin ramai menggarap ekosistem VR, maka perebuta pengembang software akan kencang. Pasalnya, perang pengembang software sangat krusial untuk menciptakan ekosistem VR yang mumpuni.

    “Saya sangat antusias melihat pemain baru terjun di pasar VR dan menantang apa yang dilakukan Facebook selama ini,” kata Ben Outram, pendiri Squingle Studio, yang mengembangkan game VR puzzle berjudul ‘Squingle’.

    Squingle hingga sekarang masih menunggu untuk masuk di Quest Store, toko aplikasi VR milik Facebook, sejak dirilis pada 2021 lalu. Lambatnya proses di Quest Store menjadi salah satu yang banyak dikeluhkan pengembang aplikasi VR ke ekosistem milik Facebook.

    Menanggapi hal ini, Kepala Ekosistem Konten Meta, Chris Pruett, berdalih waktu tunggu untuk masuk di Quest Store dikarenakan proses kurasi yang berstandar tinggi.

    Lebih lanjut, ia juga menanggapi positif upaya ByteDance mencaplok banyak pengembang aplikasi VR dari Facebook.

    “Bagi Meta, ini adalah hal positif jika ada pemain baru terjun di pasar VR dan mau membiayai para pengembang,” ia menuturkan.



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.