Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kasus Aktif Covid RI Turun Drastis, Menkes Masih Was-was
    Insight News

    Kasus Aktif Covid RI Turun Drastis, Menkes Masih Was-was

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2021Updated:25 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Setelah mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada beberapa waktu lalu, kasus di Indonesia sudah mulai menurun. Namun capaian hari ini masih dicoba ditekan untuk bisa di bawah 100 ribu kasus.

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini kasus telah menurun ke angka 290 ribu. Turun dari kasus yang sempat mencapai puncak mendekati 570 ribu kasus.

    Namun angka yang dicapai saat ini masih belum kembali seperti saat sebelum lebaran lalu. Dia berharap bisa menekan jumlah kasus lagi.

    “Yang memang meski kita waspada angka ini belum kembali sebelum lebaran, kami harapkan masih bisa turun terus sehingga mencapai di bawah 100 ribu seperti sebelum saat lebaran,” kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (25/8/2021).

    Dalam kesempatan yang sama dia membandingkan jumlah kasus di sejumlah negara yang juga mengalami kenaikan. Misalnya saja Amerika Serikat (AS) yaitu sempat menyentuh 200 ribu kasus konfirmasi perhari dan sempat 250 ribu kasus perhari.

    Di AS, pasien yang masuk ke rumah sakit dan terus naik mencapai 70 persen dari kondisi gelombang sebelumnya. Sedangkan kasus kematian masih rendah namun mengalami tren kenaikan.

    Israel yang menjadi salah satu negara dengan laju vaksinasi tercepat juga mengalami kenaikan kasus. “Bahkan Israel mendekati puncak sebelumnya sudah 80%, diikuti orang masuk ke RS dan wafat,” kata BGS.

    Sementara di Inggris kenaikan kasus cukup tinggi. Namun berbeda dengan dua negara lain, kas perawatan dan kematian di Inggris cukup landai.

    “AS dan Israel memberikan vaksin mRNA (Pfizer). Sementara Inggris lebih besar vaksin AstraZeneca. Beberapa riset efikasi terhadap varian Delta terjadi penurunan drastis vaksin berbasis mRNA,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.