Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Astronom Ini Temukan Black Hole Terbesar, Kalahkan Matahari!
    Insight News

    Astronom Ini Temukan Black Hole Terbesar, Kalahkan Matahari!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 April 2023Updated:9 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa astronom telah menemukan lubang hitam atau black hole lain, yang merupakan salah satu terbesar di alam semesta. Adapun dikatakan terbesar, karena ukurannya 30 miliar kali lebih massa Matahari.

    Dilansir dari DetikInet, lubang hitam tersebut berarti memiliki ukuran 8 ribu kali lebih besar dibandingkan dengan black hole supermasif yang terdapat di pusat Bima Sakti.

    Diketahui, black hole terbesar tersebut keberadaannya sangat jauh dari Bumi, di gugus galaksi Abell 1201.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Jaraknya sendiri sekitar 2,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Para peneliti menyebut dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society bahwa penemuan lubang hitam supermasif ini hanya langkah awal untuk memahami bagaimana lubang hitam bisa tumbuh begitu besar.

    “Lubang hitam khusus ini, yang kira-kira 30 miliar kali massa Matahari kita, adalah salah satu yang terbesar yang pernah terdeteksi dan berada di batas atas seberapa besar yang kami yakini. Jadi ini adalah penemuan yang sangat menarik,” kata James Nightingale, penulis studi ini yang juga seorang astrofisikawan dari Durham University di Inggris yang dikutip detikINET dari Live Science, seperti dikutip, Minggu (9/4/2023).

    Nightingale mengungkapkan, sebagian besar black hole terbesar berada dalam keadaan aktif. Di sekitarnya terdapat materi yang ditarik ke dekat lubang dan melepaskan energi dalam bentuk cahaya, sinar-X, dan radiasi lain.

    “Namun, pelensaan gravitasi memungkinkan untuk mempelajari lubang hitam yang tidak aktif, sesuatu yang saat ini tidak mungkin dilakukan di galaksi jauh. Pendekatan ini memungkinkan kita mendeteksi lebih banyak lubang hitam di luar alam semesta lokal kita dan mengungkap bagaimana benda-benda eksotis ini berevolusi lebih jauh ke masa kosmik,” tegas Nightingale.

    Studi ini turut melibatkan Institut Max Planck di Jerman. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya black hole ukuran besar dijumpai. Sebelumnya juga ditemukan lubang bernama TON 618, yang kira-kira berukuran 40 miliar kali dari massa matahari.


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.