Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gerhana Matahari di RI Jelang Lebaran 2023, Catat Tanggalnya!
    Insight News

    Gerhana Matahari di RI Jelang Lebaran 2023, Catat Tanggalnya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 April 2023Updated:4 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bulan April ini bakal ada sejumlah fenomena langit. Salah satunya Gerhana Matahari yang terjadi jelang Lebaran mendatang.

    Andi Pangerang dari Pusat Riset Antariksa BRIN menjelaskan pada 20 April 2023 akan ada gerhana Matahari hibrida. Fenomena ini bisa terlihat di Indonesia.

    “Sepanjang 2023, terdapat 12 kali Fase Bulan Baru dengan 2 fase Bulan Baru bertepatan dengan Gerhana Matahari Hibrida yang dapat disaksikan di Indonesia pada 20 April,” kata Andi, dikutip dari Edusainsa, Senin (3/4/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara itu, dari 4 gerhana yang terjadi 2023. Masing-masing 2 gerhana Matahari dan 2 gerhana Bulan.

    Mengutip laman BMKG, Gerhana Matahari Hibrida terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis. Ini membuat piringan Bulan lebih kecil dari Matahari dan tempat lainnya saat piringan Bulan sama dengan Matahari, serta bisa teramati dari Bumi.

    Fenomena itu saat fase puncak Gerhana, Matahari akan seperti cincin di tempat tertentu. Wilayah lainnya bisa menyaksikan Matahari seakan tertutup seutuhnya oleh Bulan.

    Gerhana Matahari Hibrida ini memiliki tiga macam bayangan Bulan. Mulai dari antumbra yakni berupa Gerhana Matahari Cincin, Penumbra (terlihat Gerhana Matahari Sebagian), dan wilayah lain terlihat Umbra (Gerhana Matahari Total).

    Dari jumlah itu, tiga di antaranya bisa terlihat di langit Indonesia. Selain Gerhana Matahari Hibrida, ada pula Gerhana Bulan Penumbra (5-6 Mei) dan Gerhana Bulan Sebagian (29 Oktober).

    Sedangkan Gerhana Matahari Cincin pada 15 Oktober tidak akan bisa disaksikan dari Indonesia. Andi menjelaskan ada beberapa alasannya.

    “Hal ini karena Indonesia tidak terkena bayangan Antumbra maupun Penumbra Bulan. Selain itu, Fase Bulan Baru terjadi saat bulan masih berada di bawah ufuk seluruh wilayah Indonesia,” jelas Andi.

    Sementara bulan April ini juga akan terjadi Puncak Hujan Meteor Lyrid. Fenomena langit itu telah terjadi sejak 13 April hingga 1 Mei. Puncaknya bisa disaksikan sejak 22 April pukul 22:30 dan akan memudar seiring terbitnya Matahari.


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.