Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Mau Dijual China, Penentuannya Sedikit Lagi
    Insight News

    TikTok Mau Dijual China, Penentuannya Sedikit Lagi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Maret 2023Updated:17 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tiktok berusaha untuk lepas dari bayang-bayang China. ByteDance bahkan mempertimbangkan menjual unit bisnisnya tersebut.

    Laporan Bloomberg menyebutkan lepasnya Tiktok dari Bytedance itu dapat berbentuk penjualan bisnis atau IPO. Penentuannya menjadi jalan terakhir bagi aplikasi tersebut.

    Penjualan akan dilakukan jika proposal Tiktok bertahan di Amerika Serikat (AS) ditolak oleh lembaga keamanan nasional setempat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selama beberapa tahun terakhir, Tiktok dianggap mengancam keamanan nasional negara di luar China. Salah satu negara yang vokal soal hal tersebut adalah Amerika Serikat (AS).

    Hubungannya dengan China dikhawatirkan bisa mengancam keamanan nasional AS. Termasuk adanya risiko data pengguna yang dibagikan ke pemerintah China dan penyusupan konten propaganda ke dalam platform.

    Kekhawatiran itu karena Tiktok bersumber dari kembarannya Douyin yang juga berasal dari Bytedance. Namun Douyin untuk pengguna China dan versi internasional dengan Tiktok.

    Douyin mendapatkan metode sensor yang tinggi sesuai dengan ketentuan pemerintah China, bahkan konten dapat diatur untuk viral. Inilah yang membuat AS takut aturan serupa juga berlaku bagi Tiktok yang digunakan oleh warganya.

    Tiktok memang tak berdiam diri dengan tudingan tersebut. Salah satunya menyerahkan data pengguna ke tim peneliti AS sebagai upaya transparansi layanannya.

    Jumlah pengguna AS yang menggunakan Tiktok cukup besar mencapai 100 juta pengguna. Negara itu juga melarang aplikasi ada di perangkat pejabat pemerintahan dan bahkan memungkinkan untuk diblokir secara nasional bagi masyarakat biasa.

    Bukan hanya AS, ketakutan Tiktok sebagai ancaman nasional juga diungkapkan Kanada dan Uni Eropa. Pejabat setempat juga memberlakukan aturan yang sama untuk melarang aplikasi Tiktok ada di perangkat pegawai pemerintahan.

    Inggris jadi negara terbaru yang juga akan melarang Tiktok di perangkat pemerintah, ungkap laporan Bloomberg. Sebelumnya The Times of London juga melaporkan kebijakan tersebut akan direkomendasikan terkait tinjauan keamanan Inggris.



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.