Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»SVB Bangkrut Bikin Startup RI Makin Krisis? Ini Kata Investor
    Insight News

    SVB Bangkrut Bikin Startup RI Makin Krisis? Ini Kata Investor

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2023Updated:15 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pekan lalu menjadi saat yang menggemparkan bagi perbankan global. Pasalnya, bank terbesar ke-16 di Amerika Serikat (AS), Silicon Valley Bank (SVB), kolaps.

    SVB menjadi tumpuan ekosistem startup di AS, dan bahkan berpengaruh ke negara-negara lain seperti India dan Israel. Lantas bagaimana dengan RI?

    Partner GDP Venture Antonny Liem Investment menilai, kejadian ini tidak akan secara langsung membuat masa ‘startup winter’ di RI bertambah lama atau makin parah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Secara pribadi ia merasa kejadian SVB merupakan hal yang normal terjadi seperti pada bank umumnya.

    “Karena kalau SVB itu, lagi-lagi cuma urusan bank normal yang kebetulan (lokasinya) di Silicon Valley dan fokusnya di startup,” kata dia dalam acara Power Lunch, di Jakarta, Rabu (15/3/2023).

    Menurutnya winter yang terjadi di startup disebabkan masalah makro ekonomi global, inflasi, dan suku bunga yang tinggi, yang secara langsung menyumbang masalah ke SVB.

    Sebab, mereka harus bayar deposit sementara bunganya terus naik, dan SVB punya investment jangka panjang. “Tentunya akhirnya kalah ya, jadi ga cuan” imbuhnya singkat.

    Untuk saat ini, guncangan yang terjadi memang sedikit bikin kaget industri. Tapi tidak akan secara langsung berdampak ke startup winter, apalagi di Indonesia.

    “Kita jauh (dari SVB), kita yang paling deket itu Singapura, banyak perusahaan startup yang di Asia Tenggara banknya di Singapura, nggak sama SVB,” jelasnya.

    Pelajaran dari SVB Kolaps untuk Startup RI

    Sedangkan menurut On Lee, CEO&CTO GDP Labs, kejadian ini bisa dijadikan pelajaran bagi para startup. Perusahaan disarankan tidak meletakkan dana hanya di satu bank saja.

    “Dont put your eggs in one bucket. Jadi jangan taruh dana di satu bank,” kata dia saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

    Lalu yang terpenting bagi para founder, juga harus memperhatikan keadaan finansial perusahaan. Sebab ia menilai kebanyakan founder startup hanya fokus pada pengembangan bisnis, penjualan produk dan marketing saja tanpa punya perhatian lebih pada finansial perusahaan.

    “Mendadak duitnya habis tinggal segini. Karena mereka hanya fokus di bisnis. tapi mereka harus pay attention ke finance.” pungkasnya.



    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.