Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hati-hati! Aplikasi Kesehatan Bocorkan Data ke FB-Google Cs
    Insight News

    Hati-hati! Aplikasi Kesehatan Bocorkan Data ke FB-Google Cs

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Maret 2023Updated:13 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Platform kesehatan mental bernama Cerebral mengaku data penggunanya bocor. Ternyata data tersebut tak sengaja diserahkan ke raksasa media sosial Facebook, Google, hingga Tiktok.

    Data yang bocor ini mencapai lebih dari 3,1 juta pasien di Amerika Serikat (AS). Sejak diluncurkan Oktober 2019, Cerebral menggunakan tool pelacakan bernama ‘pixels’ yang ditawarkan Meta, perusahaan induk Facebook, pada pengembang pihak ketiga untuk iklan.

    Celebral baru menyadari data pengguna ternyata masuk ke sistem Meta. Data yang tersebar termasuk nama pasien, nomor telepon, tanggal lahir, dan informasi asuransi, dikutip dari Gizmochina, Senin (13/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, ada juga informasi yang dikumpulkan lewat penilaian kesehatan mental yang diisi pasien dalam rangka menjadwalkan pertemuan konseling.

    Hanya informasi itu saja yang disebutkan Celebral telah terungkap. Data seperti nomor jaminan sosial, informasi bank, atau nomor kartu kredit tidak termasuk yang bocor.

    Kendati begitu, data kesehatan merupakan salah satu data pribadi yang sifatnya sensitif. Seharusnya kerahasiaannya terjaga baik.

    Celebral mengaku langsung mematikan, melakukan konfigurasi ulang, serta menghapus pixels setelah mengetahui adanya insiden tersebut.

    Selain itu, perusahaan memperkuat praktik keamanan informasi dan prosedur pemeriksaan teknologi. Langkah tersebut dilakukan agar bisa mengecilkan risiko insiden yang sama terjadi lagi di masa depan.

    Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS disebut tengah menyelidiki masalah itu.

    Kasus serupa juga pernah terjadi pada beberapa platform. Misalnya BetterHelp, perusahaan konseling online, yang telah mencapai kesepakatan penyelesaian US$7,8 juta untuk melarang membagikan informasi dengan tujuan penargetan iklan.



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.