Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investor Asing Ogah Tanam Modal di China, Geser ke Sini
    Insight News

    Investor Asing Ogah Tanam Modal di China, Geser ke Sini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Maret 2023Updated:8 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Investor Barat kini ogah tanam modal di perusahaan China. Mereka lebih memilih wilayah India dan Asia Tenggara untuk berinvestasi.

    Ini diketahui dari laporan Global Private Capital Association (GPCA) bertajuk ‘2023 Emerging Tech Trends in Asia’. Dalam laporan tersebut investor Barat yang dimaksud berasal dari Amerika Utara dan Eropa Barat.

    Dilihat dari persentase kesepakatan, sejak 2019 angka investasi penanam modal Barat ke China sudah rendah. Yang terkecil terjadi di tahun 2022, di mana hanya terjadi 26% kesepakatan bisnis. Sementara di India 52% dan Asia Tenggara tertinggi hingga 61%.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Jika dilihat secara keseluruhan, kesepakatan investasi Barat di China, India, dan Asia Tenggara, rata-rata turun dari 2021 ke 2022.

    “Kepentingan barat di China telah jatuh,” tulis laporan tersebut, dikutip Selasa (7/3/2023).

    Di satu sisi, kesepakatan perusahaan teknologi Asia Tenggara dengan investor dari China juga mengalami penurunan di tahun 2022. Di mana hanya terjadi 15 persen business deal, dibanding tahun sebelumnya 18%.

    Fintech paling laku untuk investor

    Dari segi industri, sektor konsumer dan fintech memimpin investasi di kawasan Asia Tenggara. di tahun 2022, nilainya mencapai US$3,5 miliar untuk investasi di consumer tech. Sementara di fintech, jumlahnya US$4,1 miliar, tertinggi dari semua industri teknologi yang ada.

    Meski demikian, investasi teknologi di Asia Tenggara tetap rata lintas sektor, dengan USD$12,9 miliar diinvestasikan pada tahun 2022. Jumlah investasi ini menurun jika dibandingkan dengan US$19 miliar pada tahun 2021.

    Meski mengalami penurunan di beberapa segmen pasar, peluangnya adalah bidang kesehatan, agtech dan e-commerce 2.0, termasuk social commerce dan live commerce yang telah berkembang di China.


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.