Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warning Pengguna iPhone! Hacker Bobol Data Centre Apple Asia
    Insight News

    Warning Pengguna iPhone! Hacker Bobol Data Centre Apple Asia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Februari 2023Updated:23 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan keamanan siber, Resecurity, mengungkap bahwa peretas (hacker) berhasil membobol data centre terbesar di Asia yang menampung informasi pribadi pengguna layanan teknologi. Salah satunya adalah data pengguna Apple.

    Data yang terdiri dari email dan password tersebut dicuri dari data centre GDS Holdings Lts yang berbasis di Shanghai dan Globat ST Telemedia dari Singapura.

    Menurut laporan itu, ada 2.000 pelanggan GDS dan STT GDC yang terdampak. Disebutkan pula peretas setidaknya masuk ke lima akun di antaranya, termasuk valuta asing utama China dan platform perdagangan utang, serta 4 dari India.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bloomberg mengatakan tidak jelas apa yang dilakukan peretas dengan informasi lainnya. Iinformasi itu termasuk kredensial milik Apple dan perusahaan lain, seperti Alibaba Group, Amazon, BMW, Goldman Sachs Group, Huawei Technologies, dan Walmart.

    Risiko pembobolan data centre terbesar Asia

    Menanggapi kejadian ini, Michael Henry yang pernah menjadi chief information officer Digital Realty Trust Inc menyebutnya sebagai mimpi buruk dan akan berdampak besar. “Jika mereka [peretas] bisa mendapatkannya [data pengguna], akan berpotensi mengganggu komunikasi dan perdagangan dalam skala besar,” ungkapnya.

    GDS juga buka suara soal laporan itu. Menurut perusahaan, memang pernah terjadi pembobolan pada situs web dukungan pelanggannya pada 2021.

    Belum ada kejelasan soal cara peretas memperoleh data dari STT GDC. Perusahaan mengatakan tidak menemukan bukti webnya telah diretas saat itu.

    Meski begitu, kedua perusahaan menegaskan kredensial jahat itu tidak berdampak apapun pada sistem ataupun data IT milik klien, dikutip Rabu (22/2/2023).

    Hal lain diungkapkan Resecurity dan eksekutif pada 4 perusahaan besar yang terdampak. Mereka menyatakan dampak kejadian ini tidak serius.

    Mereka juga menambahkan situs web dukungan pelanggan dapat mengontrol siapapun yang bisa mengakses tools IT pada pusat data.



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.