Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Miris! Orang Pada Ogah Beli HP Baru, Pedagang Ponsel Sepi
    Insight News

    Miris! Orang Pada Ogah Beli HP Baru, Pedagang Ponsel Sepi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Februari 2023Updated:19 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Laporan International Data Corporation (IDC), menyebutkan bahwa pasar smartphone di Indonesia anjlok 14,3% pada tahun 2022. Ini merupakan pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir pasar handphone dalam negeri mengalami penurunan drastis.

    Dalam laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, IDC juga mengatakan sepanjang 2022 ada 35 juta unit ponsel yang dikirimkan. Jumlah tersebut turun dari pengiriman 2021 yang mencapai 40,9 juta unit.

    Adapun, capaian buruk itu salah satunya terjadi lantaran adanya hambatan pada rantai pasokan di tengah paruh pertama 2022. Masalah lainnya seperti penurunan daya beli konsumen sepanjang tahun lalu.

    Inflasi yang jadi pembicaraan sepanjang akhir tahun ternyata berdampak besar pada daya beli masyarakat. Khususnya, IDC mengatakan, terjadi pada mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah yang fokus pada pemenuhan kebutuhan primer.

    Selain itu ada juga faktor pengalihan pengeluaran masyarakat. Salah satunya adalah ke sektor transportasi karena mobilitas kembali tinggi.

    Namun kabar baiknya, tahun ini kemungkinan pasar smartphone Indonesia akan kembali stabil. Untuk skenario positif, Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst di IDC Indonesia memperkirakan pertumbuhannya masih satu digit.

    “Skenario yang lebih positif dapat membuka kemungkinan pertumbuhan kecil di angka satu digit, pada saat dunia berjuang melawan inflasi, pergerakan kurs, ketegangan geopolitik, dan kebijakan-kebijakan moneter,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (19/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menjelaskan masyarakat masih berhati-hati untuk mengeluarkan uangnya pada smartphone. Ponsel dengan harga murah akan tertekan karena adanya pengalihan pengeluaran konsumen ke sektor lain.

    “Lain halnya dengan segmen-segmen premium yang diperkirakan akan lebih tahan banting karena adanya tendensi dari sisi konsumen untuk memiliki smartphone yang lebih tahan lama dan memiliki spesifikasi lebih baik. Di sisi lain, vendor-vendor smartphone juga berfokus untuk memperluas portofolio kelas atas mereka,” kata Vanessa.

    [Dexpert.co.id]



    Artikel Selanjutnya


    Inovasi Teknologi OPPO Indonesia Perluas Pasar Smartphone RI

    (RCI/dhf)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.