Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos WhatsApp Warning Jangan Pakai Telegram! Ini Alasannya
    Insight News

    Bos WhatsApp Warning Jangan Pakai Telegram! Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2023Updated:15 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Saling serang dan kritik memang jadi hal biasa bagi WhatsApp dan Telegram. Bos WhatsApp, Will Cathcart jadi yang paling baru melakukannya dan meminta pengguna internet untuk tak menggunakan platform saingannya itu.

    “Saya sadar bahwa beberapa orang akan mengatakan saya tertarik mengkritik Telegram. Namun ada banyak aplikasi pesan yang bisa dipilih. Jika tidak menggunakan WhatsApp, gunakan salah satu dari mereka, jangan gunakan Telegram,” kata Cathcart, dikutip Rabu (15/2/2023).

    Ucapan Cathcart itu merujuk pada artikel Wired berjudul ‘The Kremlin Has Entered the Chat’. Dia meminta untuk orang-orang yang merasa Telegram aman untuk membaca artikel tersebut dan mengetahui kebenarannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam utas tweet-nya, dia memberikan beberapa alasan mengapa Telegram tidak aman. Salah satunya platform buatan Pavel Durov tidak didukung end-to-end encryption secara default.

    “Telegram tidak dienkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption) secara default dan tidak ada untuk grup. Dari artikel: ‘Telegram punya kapasitas membagikan hampir seluruh informasi rahasia yang diminta pemerintah’,” jelasnya.

    “Protokol end-to-end encryption tidak punya verifikasi independen. Sehingga obrolan rahasia di Telegram yang katanya aman bisa saja disadap pihak ketiga,” ia menuturkan.

    Dia juga mengkritik API Telegram yang disebutnya membahayakan orang. Merujuk pada kutipannya, dituliskan API lokasi Telegram bisa dipalsukan untuk menunjukkan pengguna dalam radius 2 mil (3,2 km) jika baru saja mengaktifkan lokasinya.

    Selain itu, Telegram juga dituding membangun API lain. Tujuannya adalah untuk melakukan pengawasan massal dengan mengakses ke konten pengguna.

    Cathcart juga mempertanyakan klaim Telegram tidak pernah menyerahkan data penggunanya pada pemerintah. Namun yang terjadi berdasarkan laporan pemberitaan aktivitas itu terjadi.

    “Jadi mengapa mereka terus mengklaim ini?” kata dia yang juga menyematkan laman Privasi milik Telegram.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Makin Panas, Bos Whatsapp Balik Sindir CEO Telegram

    (tib)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.