Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Duit Investor Startup Numpuk, Kenapa Startup PHK Massal?
    Insight News

    Duit Investor Startup Numpuk, Kenapa Startup PHK Massal?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Februari 2023Updated:9 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai begitu kencang menerpa dunia startup Indonesia. Nama-nama besar, seperti GoTo dan Shopee dilaporkan melakukan PHK terhadap karyawannya. Seretnya investasi ditambah faktor ekonomi global kerap disebut sebagai penyebabnya.

    Menanggapi fenomena ini, Mandiri Capital Indonesia (MCI) sebagai perusahaan venture capital punya pandangan sendiri.

    Chief Finance Officer MCI Rino Bernando, mengatakan bahwa fenomena yang tengah terjadi startup adalah bentuk normalisasi. Sama seperti perekonomian yang mempunyai siklus naik-turun, startup dan venture capital pun demikian.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan kata lain, kejadian yang terjadi belakangan adalah bentuk seleksi alam untuk melihat startup yang bisa bertahan di tengah tekanan.

    “Di krisis-krisis sebelumnya bubble makin besar, pasti akan burst. Burst itu bagian dari normalisasi, justru menurut kami di MCI, ini bagian dari seleksi alam,” kata Rino dalam acara MCI 2023 Outlook, di Jakarta.

    Ini menjadi kesempatan bagi investor untuk bisa melakukan investasi di startup yang bisa bertahan pada saat krisis. Karena sebelum fenomena ini terjadi, ada beberapa perusahaan yang mengalami overvalue dengan valuasi tinggi.

    “Ketika tren startup sedang mencapai puncaknya, ada beberapa perusahaan yang mengalami overvalue,” terangnya.

    Ia lalu memberikan contoh seperti di sektor fintech yang menjadi industri terdampak paling besar, mengingat valuasi tumbuh tinggi tapi jatuhnya paling dalam.

    Dengan adanya normalisasi ini hanya akan tersisa fintech-fintech yang berkualitas, inilah yang akan menjadi kesempatan bagi MCI sebagai investor di venture capital.

    “Jadi seleksi alam ini memberikan kami opportunity untuk bisa dapat startup yang berkualitas. Ini mungkin temen-teman sering ya main saham, reksa dana dan lain-lain. Di saat krisis time to buy, bagi kami di venture capital juga kurang lebih prinsipnya sama,” jelas Rino.

    Di saat valuasi yang sekarang sedang turun, sebenarnya para investor mendapat peluang untuk bisa mendapat valuasi yang lebih wajar dan tidak terlalu mahal

    Di satu sisi, ia mengatakan bahwa dana berupa cash yang siap disuntikkan ke startup banyak, namun masih tertahan. Sebab selain menunggu dan melihat apa yang terjadi, investor juga merevitalisasi risk framework dan portofolio management mereka sendiri.

    Sehingga saat melakukan investasi, perusahaan yakin dana yang diguyurkan benar-benar berdampak cukup besar untuk investor ke depannya.

     

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Badai PHK Startup Hantam Dunia, Calon Investor IKN Juga Kena

    (dem)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.