Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sedot Memori Galaxy S23 Sampai 60GB, Apa Itu Bloatware?
    Insight News

    Sedot Memori Galaxy S23 Sampai 60GB, Apa Itu Bloatware?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Februari 2023Updated:9 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Samsung Galaxy S23 Ultra yang baru dirilis pada 2 Februari lalu tiba-tiba bikin heboh jagat maya. Pasalnya, netizen mengeluhkan soal ‘bloatware’ yang menyedot 60GB memori di HP premium andalan pabrikan Korea Selatan tersebut.

    Salah satunya akun bernama @alexmaxham. Ia mengatakan ‘system’ Galaxy S23 meraup 60GB dari kapasitas penyimpanan total yang tersedia. Padahal, normalnya sistem software pada HP ‘cuma’ mengambil sekitar 20GB bahkan kurang dari itu.

    Menurut laporan MacWorld, lini iPhone bahkan cuma mengambil sekitar 12GB hingga 17GB kapasitas memori internal untuk sistem software. Pengguna iPhone bisa mengembalikan 4,5GB memori internal mereka dengan menghapus beberapa aplikasi bawaan (pre-installed apps).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Yang menjadi pertanyaan besar, apa itu bloatware yang menyedot memori Galaxy S23 Ultra sampai 60GB? Pertama-tama, perlu dicatat bahwa sistem software penyedot memori di perangkat flagship ini juga mencakup One UI 5.1, yakni sistem antarmuka berbasis Android 13 yang menjalankan keseluruhan perangkat.

    Sistem operasi tersebut biasa menyematkan pre-installed apps yang otomatis tersedia ketika pertama kali menyalakan HP setelah dibeli. Misalnya saja paket aplikasi Google seperti Gmail, Google Maps, Google Photos, Google Drive, dll. Ada juga aplikasi dari pihak ketiga seperti Netflix, Facebook, dan WhatsApp.

    Selain itu, bagi pengguna HP Samsung pasti sudah tak asing dengan banyaknya aplikasi bawaan Samsung yang sebenarnya cuma seperti kloning dari aplikasi bawaan Google.

    Jadi, di HP Samsung, pengguna mendapatkan dua browser, dua voice assistant, dua aplikasi pesan singkat, dua aplikasi keyboard, dan sebagainya.

    Sebagian dari aplikasi bawaan Samsung pun tak bisa dihapus. Beberapa di antaranya adalah Samsung Internet, Samsung Members, Samsung Music, Samsung Kids, Bixby Dictation, Samsung Health, dan masih banyak lagi.

    Inilah yang kemudian disebut bloatware. Penyebutan lebih formalnya adalah potentially unwanted programs (PUP). Selain yang kasat mata, bloatware atau PUP juga ada yang tak tampak dan bisa dibilang paling menguras daya komputasi.

    Dikutip dari IndiaTimes, bloatware macam ini biasanya berjalan sebagai background. Alhasil, bloatware mampu menyedot memori dan konsumsi baterai, bahkan memperlambat performa HP.

    Namun, ada juga sebenarnya bloatware yang berguna. Misalnya saja aplikasi maintanance untuk menjalankan perawatan perangkat. Namun lagi-lagi aplikasi semacam itu tetap menyerap daya komputasi perangkat.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tampang Galaxy S23 Nongol Sebelum Peluncuran, Mirip iPhone!

    (tib)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.