Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»GoTo Buka Suara soal Pencurian Data Konsumen
    Insight News

    GoTo Buka Suara soal Pencurian Data Konsumen

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Januari 2023Updated:30 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Induk perusahaan layanan manajemen password LastPass, GoTo, mengungkapkan adanya pencurian data pelanggan cadangan. Kejadian ini terkait pelanggaran keamanan pada tahun lalu.

    Sebagai catatan, GoTo dalam kasus ini adalah layanan software B2B yang berpusat di Boston, Amerika Serikat. Meski namanya sama, perusahaan ini tidak ada hubungannya dengan GoTo yang bergerak di Indonesia.

    Pelanggaran GoTo memungkinkan peretas bisa mengakses beberapa informasi pelanggan yang disimpan dalam layanan cloud pihak ketiga dan dibagikan LastPass serta GoTo.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Cnet mencatat data perusahaan dicuri bulan Agustus dan digunakan lagi pada November untuk membobol data lain dari LastPass. Pada kejadian terakhir, pembobolan dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak terenkripsi seperti nama, email dan alamat penagihan, nomor telepon serta alamat IP.

    Perusahaan menjelaskan tidak ada data kartu kredit tidak terenskripsi yang terungkap dalam kejadian tersebut, dikutip dari Cnet, Rabu (25/1/2023).

    Dalam keterangan terbarunya, GoTo menjelaskan ada sejumlah produk perusahaan lain yang terpengaruh. Termasuk adalah cadangan pelanggan yang terenskripsi seperti salinan pemulihan darurat data untuk Central, Pro, join.me, Hamachi dan RemotelyAnywhere.

    Menurut perusahaan, mereka juga telah mengantongi bukti kunci enkripsi yang digunakan untuk mengamankan data beberapa penggunanya yang telah dicuri.

    CEO GoTo, Paddy Srinivasan, mengatakan data yang terdampak termasuk nama pengguna akun, password, sebagian dari multi-factor authentication (MFA), dan juga informasi pengaturan produk dan informasi lisensi.

    “Meski database terenskripsi, Rescue dan GoToMyPC tidak diekstrasi, pengaturan MFA dari sebagian kecil konsumen terdampak,” jelasnya.

    Menurutnya, GoTo meyakini tidak ada produk perusahaan lain yang terdampak peretasan. Pihak perusahaan juga telah memberitahu mereka yang mungkin menjadi korban dalam kejadian tersebut.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Hacker Bjorka “Gentayangan”, Pejabat Hingga Istana “Dicolek”


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.