Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tsunami PHK Massal, Sektor Digital Ini Duluan Kiamat
    Insight News

    Tsunami PHK Massal, Sektor Digital Ini Duluan Kiamat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Januari 2023Updated:24 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ketua Dewan Pembina idEA Rudiantara menyebut bahwa PHK massal yang terjadi di industri startup teknologi merupakan pembahasan yang seksi, sehingga sering diberitakan di media massa. Padahal, menurutnya di bisnis konvensional juga terjadi hal yang sama. Pada 2022 justru industri konvensional terjadi PHK di atas 100 ribu orang.

    Para pelaku startup, kata mantan Menkominfo itu, masih fokus pada pertumbuhan, di mana para investor juga mulai menuntut agar mereka bisa mencapai laba atau profitabilitas.

    Sehingga mereka melakukan penyesuaian dari model bisnis dan efisiensi sudah pasti terjadi karena ebitda perusahaan harus positif. Saat melakukan efisien berbagai macam biaya coba diturunkan, dan pengurangan dari sumber daya manusia merupakan sesuatu yang normal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita tau secara global startup itu yang bisa melewati 5 tahun pertama hanya 10 persen, sedangkan yang bisa melewat 10 tahun tidak lebih dari 5 persen. Jadi dalam 5 tahun startup itu 90 persen ya gugur. Entah itu di early stage, middle stage, mungkin di latter stage. ” kata Rudiantara dalam segmen Profit di CNBC Indonesia, Selasa (24/1/2023).

    Ekosistem pendukung bisnis inti duluan kena

    Namun ia menilai, startup melakukan PHK tidak langsung melakukan di bisnis intinya, tapi di ekosistem yang mereka miliki. Seperti pada e-commerce, jika startup tersebut punya bisnis logistik dan sebagainya, ekosistem ini yang akan kena terlebih dahulu.

    “E-commerce kan tidak bisa berdiri sendiri dia merupakan super apps, kadang-kadang ada finance, ada logistik, nah ini efisiensi di ekosistemnya bukan core bisnis sehingga terjadi PHK di ekosistem tersebut,” jelasnya.

    Sementara soal pendanaan di startup Indonesia tidak bisa terlepas dari kondisi ekonomi global. Karena Venture Capital (VC) yang masuk ke Indonesia kebanyakan dari luar negeri, sehingga itu mempengaruhi ketersediaan dana untuk startup.

    Dan seperti yang telah disebutkan, saat ini VC sudah fokus pada pertumbuhan demi mencapai profitabilitas, ebitda dan cash flow yang positif.

    Di satu sisi menurut Wakil Kepala Kajian Ekonomi Digital dan Ekonomi Tingkah Laku LPEM FEB UI, Prani Sastiono, nilai digital commerce RI masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara lain. Sehingga masih banyak investor yang akan datang ke Indonesia untuk investasi di startup.

    “Tapi akan ada proses selection, hanya yang perusahaan yang punya profitability yang mungkin akan menerima dana.” tuturnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Bos Sinar Mas Buka-Bukaan Soal Badai PHK Startup

    (tib)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.