Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bumi Terima Sinyal dari Ujung Antariksa, Apa Isinya?
    Insight News

    Bumi Terima Sinyal dari Ujung Antariksa, Apa Isinya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Januari 2023Updated:24 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah teleskop radio berhasil menangkap sinyal dari ujung antariksa. Hasilnya adalah gambaran momen awal di alam semesta yang berusia 13,8 miliar tahun.

    Sinyal itu berasal dari cahaya dari atom hidrogen dari jarak yang jauh dan ditangkap Giant Metrewave Radio Telescope (GMRT) di India. Teleskop menangkap sinyal dari masa lalu, yaitu jarak antara saat cahaya dipancarkan dan terdeteksi di Bumi, mencapai 8,8 miliar tahun.

    Jarak tersebut melebihi rekor sebelumnya yang ‘hanya’ mencapai 4,4 miliar tahun. Sementara itu, Science Alert menuliskan panjang gelombang cahaya dari atom hidrogen yang ditemukan baru-baru ini adalah 21 centimeter.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sebuah galaksi memancarkan sejumlah jenis sinyal radio,” kata kosmolog Arnab Chakraborty dari Universitas McGill Kanada, dikutip dari Science Alert, Jumat (20/1/2023).

    “Sampai sekarang hanya bisa menangkap sinyal khusus dari galaksi terdekat, yang membatasi pengetahui soal galaksi terdekat dengan Bumi”.

    Tim peneliti menggunakan lensa gravitasi untuk melakukan pendeteksian sinyal. Ternyata berasal dari galaksi pembentuk bintang bernama SDSSJ0826+5630.

    Sebagai informasi, gravitational lensing atau lensa gravitasi merupakan tempat cahaya yang diperbesar saat mengikuti ruang melengkung. Ruang itu mengelilingi obyek besar antara teleskop dengan sumber aslinya.

    Astrofisikawan Nirupam Roy menjelaskan dalam beberapa kasus, sinyal bisa dibelokkan akibat adanya obyek yang lebih besar lagi. Salah satu contohnya adalah galaksi lain.

    “Dalam kasus khusus ini, sinyalnya dibelokkan oleh kehadiran benda masif lain, galaksi lain, antara target dan pengamat,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.