Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Massal, Giliran Karyawan Spotify Bersiap Nganggur
    Insight News

    Badai PHK Massal, Giliran Karyawan Spotify Bersiap Nganggur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Januari 2023Updated:23 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor teknologi nampaknya belum selesai. Kali ini menimpa perusahaan teknologi raksasa, Spotify, yang dilaporkan akan melakukan PHK terhadap karyawannya pada pekan ini.

    Melansir The Strait Times pada Senin (23/1/2023), perusahaan tidak menyebutkan secara spesifik berapa jumlah karyawan yang akan dilepaskan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengacu pada laporan pendapatan kuartal III 2022, Spotify memiliki sekitar 9.800 karyawan. Pada September 2022, perusahaan streaming audio tersebut juga telah memangkas sejumlah karyawan editorial podcast. Kemudian pada Oktober 2022, perusahaan yang berbasis di Swedia ini telah melakukan PHK terhadap 38 karyawan di studio podcast Gimlet Media dan Parcast.

    Padahal, pada 2019, Spotify mengumumkan komitmen besarnya untuk mengembangkan podcast. Tercatat, perusahaan telah menghabiskan lebih dari US$ 1 miliar atau setara dengan Rp15 triliun untuk mengakuisisi jaringan podcast, membuat perangkat lunak, layanan hosting, dan hak atas acara populer seperti The Joe Rogan Experience dan Armchair Expert.

    Namun, diketahui investasi tersebut belum memberikan keuntungan kepada para investor. Saham Spotify telah ambles hingga 66% pada tahun 2022 dan investor mulai mempertanyakan kapan mereka akan mendapat keuntungan. Sementara itu, pada Juni 2022, eksekutif Spotify mengatakan bisnis podcastnya baru akan menguntungkan dalam satu hingga dua tahun ke depan.

    Bila kabar rencana PHK Spotify benar, maka ini akan menambah daftar panjang perusahaan industri teknologi yang memangkas karyawan. Banyak perusahaan di industri teknologi menambah jumlah karyawannya selama pandemi Covid-19, namun terpaksa melakukan PHK karyawan karena penurunan pendapatan iklan dan prospek ekonomi yang goyah.

    Di antara perusahaan yang telah melakukan PHK ada raksasa besar seperti Amazon.com, Meta, dan Microsoft yang mengumumkan pengurangan staf baru-baru ini. Di samping itu, induk Google, Alphabet mengatakan pada hari Jumat akan memangkas sekitar 12.000 pegawai, atau lebih dari 6% dari tenaga kerja globalnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Banyak Startup PHK Karyawan Karena Alasan Ini

    (hsy/hsy)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.