Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Avatar Bikin Kacau Jepang, Efeknya Buat TV Mahal Jadi Murahan
    Insight News

    Avatar Bikin Kacau Jepang, Efeknya Buat TV Mahal Jadi Murahan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Januari 2023Updated:1 Januari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bioskop di Jepang banyak yang kacau balau karena gagal memutar film Avatar: The Way of Water. Efek serupa yang membuat Avatar 2 gagal ditonton di Jepang, ternyata sudah lama tersedia di TV digital.

    Pada pekan pertama diputar, film Avatar: The Way of Water gagal memuncaki daftar terlaris di Jepang. Film anime bertema basket SMA yaitu The First Slam Dunk berhasil melampaui jumlah penonton Avatar 2.

    Banyak bioskop di Jepang melaporkan permasalahan teknis saat memutar Avatar 2. Calon penonton dilaporkan gagal menonton di banyak bioskop dan uangnya dikembalikan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Beberapa jaringan bioskop di Jepang juga melaporkan permasalahan, termasuk United Cinemas Co., Toho Col, dan Tokyu Corp. Namun, perwakilan jaringan tersebut menolak menjelaskan permasalahan yang mereka hadapi.

    Kemungkinan semua bioskop tersebut menghadapi masalah yang serupa, yaitu dukungan atas teknologi high frame rate (HFR) 48 fps. Fitur tersebut membutuhkan proyektor lebih baru atau modifikasi proyektor yang lebih lama.

    Biasanya bioskop sudah diberitahu tentang format film yang didistribusikan dan bisa memutarnya dengan lancar. Masalahnya, HFR sangat jarang digunakan sehingga punya potensi kesalahanpahaman lebih besar.

    Avatar: The Way of the Water sebetulnya tersedia di banyak format, termasuk 2D 48 fps, 3D 48 fps, dan standar 24 fps. Versi 48 fps hanya menggunakan teknologi HFR untuk adegan aksi, kemudian diputar dalam format 24 fps untuk adegan yang sarat dialog.

    Film lain yang menggunakan HFR adalah trilogi The Hobbit garapan Peter Jackson yang dirilis pada 2012. Menurut Engadget, HFR paling pas digunakan untuk format 3D untuk menghindari potensi sakit mata hingga mual yang disebabkan oleh “lompatan” gambar dalam bentuk 3D.

    Di sisi lain, teknologi 24 fps lebih nyaman untuk format 2D karena memberikan kesan yang lebih “natural”. Alasannya, penonton lebih terbiasa menonton film dalam format ini.

    Banyak penonton yang tidak menikmati teknologi HFR karena efek visual yang dihasilkan mirip dengan video game atau acara televisi “murahan” dari jaman dulu yang diproduksi menggunakan kamera digital. Karena itu juga, efek HFR sering disebut sebagai efek opera sabun.

    Adapun, di video game, HFR digunakan untuk menunjang dinamisme permainan. Bahkan, mayoritas video game saat ini diproduksi di kecepatan 60 fps.

    Format serupa juga sudah menjadi fitur bawaan di televisi LED yang mampu menghasilkan gambar definisi tinggi. Sebagian orang menyukai fitur ini karena menghasilkan warna dan kontras yang lebih tajam serta menghilangkan “baur”.

    Selain, lebih nyaman untuk para pemain gim video, fitur ini juga pas digunakan untuk menonton pertandingan olah raga secara langsung. Namun, banyak juga yang tidak nyaman menonton film kesayangannya ditampilkan seperti “sinetron”.

    Cara mematikan efek Avatar di TV

    Setiap merek televisi menggunakan “brand” yang berbeda untuk fitur HFR. Jika tidak suka dengan fitur “efek opera sabun” yang biasanya menjadi setelan bawaan ini, berikut cara mematikannya:

    • LG menamakan fitur ini TrueMotion. Pengguna bisa mematikannya di bagian “setelan gambar”, “setelan mode gambar”, “opsi gambar”.
    • Sony menamakan fitur ini Motionflow. Pengguna bisa mematikannya di bagian “pengaturan gambar” atau “pengaturan lanjut”.
    • Samsung menamakan fitur ini Auto Motion Plus. Pengguna bisa mematikannya di “opsi gambar”.
    • Roku/TCL menamakan fitur ini Action Smoothing. Bisa dimatikan lewat “opsi gambar lanjut” lalu matikan Action Smoothing.
    • Panasonic menamakan fitur ini Intelligent Frame Creation. Matikan di “opsi gambar”.

     

     

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Mark Zuckerberg Pamer Kaki, Penonton Bersorak

    (dem/dem)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.