Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Uang Kertas Kian Jelas, Ini Data Terbaru dari BI
    Insight News

    Tanda Kiamat Uang Kertas Kian Jelas, Ini Data Terbaru dari BI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Desember 2022Updated:27 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kiamat uang kertas sudah makin dekat. Apalagi metode transaksi cashless atau tanpa menggunakan uang kertas kini cukup populer di Indonesia.

    Beragam cara pembayaran cashless kini mulai bermunculan salah satunya menggunakan debit.

    Bank Indonesia (BI) melaporkan, nilai transaksi kartu debit sebesar Rp 660,83 triliun pada Oktober 2022. Nilai tersebut naik 0,43% dibandingkan pada bulan sebelumnya (month-to-month/m-to-m) yang sebesar Rp 657,97 triliun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski demikian, transaksi kartu debit pada Oktober 2022 masih lebih tinggi 2,8% ketimbang setahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pada Oktober 2021, nilai transaksi kartu debit tercatat sebesar Rp642,83 triliun. Adapun, volume transaksi kartu kredit di Indonesia sebanyak 648,65 juta kali pada Oktober 2022.

    Jumlah tersebut meningkat 1,29% dibandingkan pada September 2022 yang sebesar 640,41 juta transaksi (mtm). Angkanya juga mengalami peningkatan 7,11% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    Di zaman yang serba canggih ini kebanyakan masyarakat lebih menyukai pembayaran yang cashless atau nontunai. Kartu kredit dan debit misalnya, kedua kartu ini dapat digunakan sebagai pembayaran non tunai dengan jumlah yang besar.

    Selain transaksi menggunakan debit, BI juga mencatat nilai transaksi kartu kredit mengalami peningkatan 1,85% (mtm) menjadi Rp28,34 triliun pada Oktober 2022.

    Secara tahunan (yoy), nilai transaksi kartu kredit melonjak 38,46%. Adapun, volume transaksi kartu kredit di Indonesia mencapai 29,89 juta kali pada Oktober 2022. Jumlah tersebut meningkat 4,45% secara bulanan (mtm) dan melonjak 20,71% secara tahunan (yoy).

    Meski secara fungsi sama, kedua kartu tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Kartu debit dapat digunakan untuk penarikan uang tunai di mesin ATM dan transaksi pembayaran di toko atau merchant. Akan tetapi, jumlah uang yang dapat dibelanjakan juga sesuai dengan saldo yang tersedia di tabungan.

    Sedangkan kartu kredit seseorang tidak memiliki dana di kartu tersebut, hanya limit pemakaian, namun dengan syarat harus menggantinya di kemudian hari.

    Wajar saja saat ini orang banyak menggunakan pembayaran cashless baik dengan kartu debit maupun kartu kredit. Umumnya, kartu kredit menawarkan promo yang lebih banyak dan menarik ketimbang kartu debit.

    Di dalam kartu kredit, terdapat promo poin yang dapat ditukar dengan hadiah, cashback yang dari hasil transaksi, dan diskon belanja. Sedangkan kartu debit juga terdapat tawaran soal promo, tetapi tak sebanyak tawaran dari kartu kredit.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Siap-siap! Kiamat ATM Makin Dekat, Narik Uang Nanti Gimana?

    (dem)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.