Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos BPOM Curhat Sering Dimarahi Saat Urus Pandemi Covid-19
    Insight News

    Bos BPOM Curhat Sering Dimarahi Saat Urus Pandemi Covid-19

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Desember 2022Updated:20 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito curhat dirinya kerap dimarahi selama mengurusi pandemi Covid-19 di Indonesia. Lembaganya diketahui jadi salah satu yang terdepan untuk mengatasi pandemi di dalam negeri selama hampir tiga tahun terakhir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam acara peluncuran buku “Penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional 2022”, Penny menceritakan masa-masa krisis itu sangat menegangkan. Namun, dia mensyukuri adanya kolaborasi antar kementerian dan lembaga di pemerintah pusat serta daerah selama ini.

    “Walaupun di setiap minggu, ratas [rapat terbatas] itu saya yang paling sering dimarah-marahi dan ditekan kiri-kanan,” kata Penny di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

    Dia menjelaskan, tugas BPOM memastikan akses cepat untuk vaksin dan obat Covid-19 di dalam negeri. Sambil menjalankan itu, BPOM juga harus memastikan aspek keamanan keduanya.

    “Alhamdulillah aspek scientific basis itu begitu dipahami oleh bapak presiden dari Kemenko Perekonomian,” ungkapnya.

    Masa pandemi ini, dia menjelaskan terdapat peluang pada reformasi industri farmasi. Termasuk di antaranya adalah keberadaan industri vaksin, yang diakui Penny telah ditunggu sebelumnya.

    Karena masa krisis itu, industri vaksin untuk manusia telah muncul. Kemungkinan akan bisa bertambah lagi di masa depan.

    Pencapaian pada industri farmasi, termasuk vaksin, selama masa krisis Covid-19, Penny menilai jadi suatu perbaikan untuk Indonesia.

    “Dan tentunya menjadi aspek kemandirian bangsa kita menghadapi, mudah-mudahan tidak ada, masalah krisis ke depan dikaitkan infeksi misalnya,” jelas Penny.

    “Saya kira menjadi pencapaian kita menjalani krisis Covid-19, ada suatu transformasi malah perbaikan untuk negeri ini dari segi aspek industri farmasi, khususnya vaksin dalam hal ini.”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Siap-siap, Vaksin Covid ‘Made in RI’ Dapat EUA BPOM September

    (npb/npb)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.