Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Astronot Nangis Lihat Bumi dari Antariksa, Apa Sebabnya?
    Insight News

    Astronot Nangis Lihat Bumi dari Antariksa, Apa Sebabnya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Desember 2022Updated:17 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Astronot dalam perjalanannya di luar angkasa ternyata dapat melihat bumi secara keseluruhan. Beberapa waktu lalu, Megan McArthur yang merupakan astronaut NASA menangis melihat Bumi dari stasiun antariksa Internasional Space Station (ISS).

    Efek perubahan iklim (climate change) dan pemanasan global (global warming) yang terjadi di planet Bumi membuat McArthur sedih karena adanya kebakaran di beberapa wilayah di Bumi. Salah satu kebakaran hutan yang terlihat adalah di wilayah Amerika Selatan.

    “Kami sangat sedih melihat kebakaran di sebagian besar Bumi, bukan hanya Amerika Serikat,” ujar McArthur dalam wawancaranya dengan Insider dan dikutip dari Futurism, dikutip Sabtu (17/12/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebenarnya, dia mengatakan para ilmuwan telah memperingatkan kebakaran hutan itu. Untuk menyelesaikan persoalan ini, McArthur menyebut membutuhkan kerja sama dari seluruh komunitas global.

    “Selama bertahun-tahun para ilmuwan dunia telah membunyikan bel alarm ini. Ini adalah peringatan bagi seluruh komunitas global. Butuh seluruh komunitas global untuk menghadapi ini dan mengatasi tantangan tersebut,” jelasnya.

    Kebakaran hutan ini terjadi beberapa waktu lalu dan terlihat dari citra satelit berbentuk awan asap. Daerah yang mengalaminya tidak hanya AS, namun juga di Siberia, Yunani, Spanyol hingga Pacific Northwest.

    Turki dikabarkan cukup terpukul karena bencana kebakaran itu. AS juga disebut melakukan upaya merekrut petugas kebakaran dengan jumlah cukup.

    Sementara itu, hutan hujan di Brazil mengalami ancaman deforestasi. Simon Evans dari Carbon Brief mengatakan kejadian tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

    Sebagai informasi deforestasi dilakukan agar lahan dapat digunakan sebagai misalnya pertanian, peternakan, bahkan kawasan tinggal atau perkotaan. Kejadian di Brasil dijalankan kolonialis sebagai cara membuka lahan untuk menanam tanaman komersial seperti karet, gula, dan tembakau.

    Ini dipercepat dalam paruh terakhir abad 20 yakni sebagai lahan peternakan sapi, perkebunan tanaman skala industri. Misalnya adalah kedelai, kelapa sawit dan penebangan.

    Parahnya terlihat dari foto udara, lahan terus berkurang dari waktu ke waktu. Amazon jadi lebih banyak melepaskan CO2 daripada menyerapnya dalam 10 terakhir.

    Ancaman lainnya adalah 40% hutan juga berubah menjadi sabana kering. Ini terjadi jika hutan turun karena perubahan iklim. Sabana berada di wilayah dengan iklim sedang dan curah hujan lebih sedikit.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Rusia Sebut Stasiun Luar Angkasa ISS Berbahaya, Ada Apa?

    (luc/luc)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.