Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Eks Menkominfo Beberkan Dua Biang Kerok PHK Startup di RI
    Insight News

    Eks Menkominfo Beberkan Dua Biang Kerok PHK Startup di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Desember 2022Updated:15 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah startup tanah air mengalami gejolak dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini bisa dilihat langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan sejumlah perusahaan rintisan.

    Salah satu yang disebut-sebut menjadi penyebabnya karena startup melakukan rekrutmen terlalu cepat dan dengan penganggaran gaji yang terlalu besar.

    Melihat hal ini, Ketua Indonesia Fintech Society (IFSOC) Rudiantara mengatakan, rekrutmen dilakukan agresif karena startup butuh untuk berkembang cepat, baik untuk pengembangan aplikasi, marketing dan lain sebagainya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun itu semua dilakukan dengan asumsi dana dari investor masih mencukupi. Mereka beranggapan dana tersebut bisa cukup hingga 3 tahun, dengan mengandalkan masih akan ada pendanaan tahap berikutnya.

    “Padahal saat ini investor mulai berpikirnya berbeda yang tadinya kepada growth, bakar uang dalam tanda kutip cari pasar, sekarang kepada cash flow, ebitda, profitability,” kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu dalam segmen Profit di CNBC Indonesia, Rabu (14/12/2022).

    Adanya perubahan fokus tersebut membuat beberapa pendanaan tertunda untuk round berikutnya. Selain itu dilakukan penyesuaian valuasi, tapi investasi tetap jalan.

    “Pengalaman kami kemarin di Nexticorn bulan Agustus kemarin juga pendanaan jalan terus, hanya mereka lebih selektif itu saja,” ungkapnya.

    Ditanya soal apakah berarti startup tidak bisa mengantisipasi atau membaca pasar ekonomi global, Rudiantara punya pendapatnya sendiri.

    Menurut dia, ini bukan hanya ada dari sisi startup saja, tapi juga semua ekosistem termasuk investor. Karena investor pada awalnya merasa industri ini sedang naik dan valuasi tinggi, sehingga mereka menyimpan uang cukup besar.

    Di satu sisi, kejadian seperti saat ini, ia menilai merupakan suatu mekanisme yang menurutnya akan membuat industri menjadi lebih sehat.

    “PHK yang terjadi di tech company Indonesia tidak semuanya jelek loh karena ada PHK yang pesangonnya sesuai dengan haknya sesuai dengan aturan ketenagakerjaan. Tapi juga puluhan kali ditawarkan kepada karyawan karena itu memang by design. Ada itu ada yang dapat rata-rata 30-40 kali uang bulanan nya,” kata dia.

    “Itu bagus sebetulnya, membuat perusahaan efisien, membuat karyawan juga mendapatkan sesuatu yang lebih daripada sekadar diatur oleh regulasi.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]



    Artikel Selanjutnya


    Startup Ini Pecat Pegawai Lewat Zoom, 9 Bulan 4 PHK Massal

    (dem)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.