Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sepanjang November 5 Startup Jadi Korban Ganasnya Badai PHK
    Insight News

    Sepanjang November 5 Startup Jadi Korban Ganasnya Badai PHK

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Desember 2022Updated:6 Desember 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di startup belum berakhir. Gelombang PHK yang terjadi sejak awal tahun ini terus bergulir di tengah potensi resesi global 2023.

    Bahkan sepanjang November gelombang PHK menggulung banyak perusahaan rintisan, kejadiannya pun dalam waktu yang berdekatan.

    Teranyar, Ula, startup e-commerce Indonesia dengan suntikan dana dari Bos Amazon Jeff Bezos, PHK sebanyak 134 karyawan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal ini menambah panjang daftar perusahaan yang melakukan PHK pada karyawannya. Peristiwa ini menyusul PHK yang terjadi pada sederet perusahaan teknologi sebut saja Ajaib, Sirclo, GoTo, dan Ruangguru.

    Beriku ini daftar startup yang melakukan PHK di November 2022.

    1. Ula

    Pada Rabu (30/11/2022), startup e-commerce ini melakukan PHK terhadap 23% dari total seluruh karyawan, atau sekitar 134 orang.

    “Pada hari ini, dengan berat hati kami mengumumkan keputusan yang sangat sulit untuk mengurangi jumlah karyawan kami sebanyak 134 orang atau 23% dari total seluruh karyawan yang tersebar di berbagai lokasi,” tulis Ula dalam keterangan di website resminya.

    Alasan PHK itu karena mereka tengah menghadapi tantangan besar selepas pandemi covid-19. Memasuki tahun ini, Ula mengklaim mengalami berbagai tantangan imbas turbulensi pasar, volatilitas harga komoditas, kekurangan pasokan, perubahan peraturan, dan kenaikan harga minyak mentah.

    Mereka mengaku sudah berusaha untuk melakukan berbagai inisiatif menghadapi tantangan ini seperti mengurangi biaya operasi, meningkatkan efektivitas penjualan, merubah kebijakan perjalanan, dan menghemat biaya penggunaan server.

    2. Ajaib

    Perusahaan rintisan di bidang investasi Ajaib Sekuritas Asia melakukan PHK pada 67 karyawan. Dalam keterangan resmi, Selasa (29/11/2022) manajemen ajaib mengatakan selama tiga tahun terakhir, Ajaib telah meningkatkan inklusi keuangan Indonesia melalui layanan jasa keuangan digital.

    Dampak positif ini dan perkembangan Ajaib sebagai perusahaan tidak terlepas dari dedikasi dan kerja keras tiap tim. Namun, strategi perusahaan juga terus diadaptasi agar Ajaib dapat berkembang secara berkelanjutan.

    “Untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi kondisi makroekonomi yang tidak menentu, kami terpaksa melakukan perampingan karyawan yang berdampak ke 67 karyawan,” kata perusahaan dikutip dari keterangan resmi manajemen Ajaib.

    3. GoTo

    GoTo atau Gojek Tokopedia melakukan perampingan karyawan sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap.

    CEO Grup GoTo Andre Soelistyo menyebut, langkah tersebut salah satu bentuk adaptasi perusahaan untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi tantangan ke depan.

    “Hal ini termasuk mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap Grup GoTo,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia.

    4. Ruangguru

    Ruangguru juga menempuh keputusan serupa dengan melepas ratusan pegawainya. Pengumuman PHK dilakukan pada Jumat (18/11/2022). Perusahaan beralasan PHK dilakukan akibat kondisi pasar global.

    PHK massal tersebut sudah terdengar sejak Jumat pagi. Sejumlah sumber CNBC Indonesia mengatakan karyawan menerima email pemberitahuan tentang PHK.

    5. Sirclo

    Sirclo Group mengumumkan melakukan PHK karyawannya yang efektif per Selasa (22/11/2022).

    Jumlah pegawai yang terdampak kebijakan startup omnichannel commerce enabler adalah 8% dari jumlah karyawan. Alasan pemangkasan karyawan itu disebutkan sebagai kebutuhan beradaptasi di tengah kondisi makro ekonomi saat ini.

    “Sebagai perusahaan teknologi yang berkembang pesat, Sirclo Group berupaya untuk terus adaptif dalam melakukan penyesuaian bisnis agar mencapai pertumbuhan jangka panjang,” kata Founder dan CEO Sirclo Group, Brian Marshal, dalam keterangan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Perancang Aplikasi Gojek Ungkap Alasan Startup PHK Massal

    (luc/luc)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.