Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pasukan Mundur, Ganti Rudal & Hacker Rusia Hancurkan Ukraina
    Insight News

    Pasukan Mundur, Ganti Rudal & Hacker Rusia Hancurkan Ukraina

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2022Updated:5 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Seiring dengan mundurnya pasukan Rusia dari beberapa wilayah Ukraina, pemerintah Vladimir Putin menggenjot serangan “udara” lewat rudal dan agresi siber lewat operasi hacker.

    Microsoft, dalam blog di situs resminya, menyatakan pemerintah Rusia menggelar serangan siber yang terkoordinasi dengan tembakan rudal untuk menghancurkan infrastruktur vital di Ukraina.

    Agresi Rusia, lanjut blog yang ditulis oleh General Manager Digital Threat Analysis Center Microsoft Clint Watts, berpotensi meluas ke negara tetangga Ukraian yang mendukung perang melawan Rusia. Tujuannya adalah mengganggu rantai pasok dukungan militer dan bantuan kemanusiaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Serangan siber juga digelar untuk menggerus dukungan masyarakat Eropa ke pemerintah Ukraina.

    Watts memaparkan dalam beberapa bulan terakhir, oknum hacker yang terafiliasi dengan intelijen Rusia menggelar serangan Wiper ke entitas pengelola suplai energi, air, dan infrastruktur lainnya. Serbuan hacker tersebut berbarengan dengan peluncuran rudal yang merusak jaringan infrastruktur fisik listrik dan air. 

    Operator militer Rusia pada Oktober juga menggelar serangan siber ke Polandia, hub logistik vital untuk beragam bantuan militer dan kemanusiaan untuk Ukraina.

    Watts memperkirakan serangan siber ke Polandia adalah titik awal aksi agresif hacker Rusia di luar Ukraina dengan sasaran utama “negara dan perusahaan yang menyediakan dukungan bantuan kemanusiaan dan persenjataan pada musim dingin ini”

    Meskipun Microsoft beserta ahli keamanan siber setempat berhasil menggagalkan 80% dari serangan, hacker Rusia berhasil “mengumpulkan data rute distribusi dan operasi logistik untuk mendukung serangan di masa depan”

    Berikutnya, menurut Watts, serangan siber Rusia juga akan diperluas untuk menurunkan dukungan masyarakat atas pertahanan Ukraina. Hacker berencana mengeksploitasi tensi krisis energi di Eropa serta membakar sentimen anti-imigran, seiring dengan makin derasnya arus pengungsi dari Ukraina.

    Senjata utama hacker Rusia, malware Wiper, adalah program yang bisa menghapus data yang sulit dipulihkan. Menurut Microsoft, sekitar 55% dari 50 organisasi yang terkena serangan Wiper sejak Februari 2022 adalah perusahaan infrastruktur vital.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Netflix Siap Tayangkan Iklan, Pasangnya Lewat Microsoft

    (dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.