Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Startup Ganas, Menghantam 59.710 Pekerja
    Insight News

    Badai PHK Startup Ganas, Menghantam 59.710 Pekerja

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Desember 2022Updated:3 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai PHK menghantam hampir 60 ribu orang karyawan perusahaan teknologi dan startup sepanjang November. Angka PHK global itu menjadi yang tertinggi selama tahun ini.

    Menurut data dari TrueUp, sebanyak 59.710 karyawan terdampak PHK di bulan November. Jika ditotal, selama tahun 2022 sudah ada sebanyak 210.664 orang di seluruh dunia yang di PHK

    Berdasarkan catatan laman tersebut, November badai PHK menggulung banyak perusahaan global ternama, termasuk Twitter dan Meta.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Twitter dilaporkan memangkas karyawannya hingga setengah dari jumlah karyawan 7.500 orang, atau sebanyak 4.400 karyawan. Langkah tersebut menjadi langkah gerak cepat membenahi Twitter oleh pemilik barunya, Elon Musk.

    Begitu juga dengan Meta, laporan TrueUp menyebutkan keputusan PHK berdampak pada 11.000 karyawan perusahaan. Meta merupakan induk perusahaan dari Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

    CNBC Internasional melaporkan, PHK itu bakal jadi pemangkasan jumlah karyawan besar pertama dalam sejarah Meta. Sebagai informasi perusahaan melaporkan Meta memiliki lebih dari 87 ribu pegawai per akhir September lalu.

    Seorang juru bicara Meta menolak mengomentari laporan tersebut. Namun dia merujuk ke komentar CEO Mark Zuckerberg terkait fokus perusahaan tahun 2023 mendatang.

    Selain global, startup di Indonesia juga merumahkan karyawan, seperti GoTo. GoTo atau Gojek Tokopedia melakukan perampingan karyawan sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap.

    CEO Grup GoTo Andre Soelistyo menyebut, langkah tersebut salah satu bentuk adaptasi perusahaan untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi tantangan ke depan.

    “Hal ini termasuk mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sejumlah 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap Grup GoTo,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (2/12/2022).

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Ini Pecat Pegawai Lewat Zoom, 9 Bulan 4 PHK Massal

    (roy/roy)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.