Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mengapa Nama Subvarian Baru Covid-19 Rumit? Ini Penjelasannya
    Insight News

    Mengapa Nama Subvarian Baru Covid-19 Rumit? Ini Penjelasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 November 2022Updated:13 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Nama subvarian Covid-19 yang rumit membuat sebagian besar orang mempertanyakan alasan para ahli memberikan nama dengan demikian. Seperti diketahui, nama rata-rata subvarian Covid-19 kini adalah kombinasi dari huruf dan angka.

    Melansir dari Yahoo!, saat ini terdapat lima varian teratas di Amerika Serikat, yaitu BA.5, BQ.1.1, BQ.1, BA.4.6, dan BF.7.

    Sementara itu, varian XBB telah terdeteksi setidaknya di 35 negara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa pun disebutkan sedang memantau varian Omicron B.1.1.529.

    Sebenarnya, apa alasan subvarian Covid-19 diberi nama yang sulit untuk diingat orang awam?

    Disebutkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sengaja memberi nama subvarian Covid-19 dengan sistem huruf Yunani, seperti Alpha, Beta, dan Delta untuk memudahkan para ahli mengkategorikan varian-varian baru. Selain itu, pemberian nama tersebut juga bertujuan untuk memudahkan komunikasi kepada publik tentang jenis virus yang penting.

    Pemimpin teknis WHO untuk Penanganan Covid-19 Maria Van Kerkhove mengatakan, publik tidak perlu mengetahui secara detil terkait nama-nama subvarian Covid19.

    “Hal yang benar-benar perlu diketahui masyarakat umum adalah apa risiko bagi saya? Kami akan memberikan nama baru menggunakan huruf Yunani ketika varian ini secara substansial berbeda satu sama lain dalam hal tingkat keparahan, penghindaran kekebalan, atau penularan,” sebut Van Kerkhove.

    Profesor biologi integratif di Universitas Guelph Kanada T. Ryan Gregory menambahkan, nama-nama sup alfabet penting untuk diketahui para ahli. Sebab,mereka adalah sosok yang menyampaikan informasi tentang bagaimana virus-virus tersebut berevolusi.

    Namun, di sisi lain Gregory berpendapat, harus ada nama umum yang bisa digunakan oleh masyarakat umum, seperti nama ilmiah dan umum untuk spesies hewan.

    Gregory mengatakan, jika seluruh varian mulai menyatu dalam kesadaran publik, orang mungkin tidak akan menyadari munculnya tekanan baru yang tak dapat terhindarkan.

    Selain itu, pemahaman yang lebih jelas tentang varian yang beredar juga penting dalam pengaturan perawatan kesehatan karena sejumlah antibodi monoklonal tidak bekerja dengan baik terhadap varian tertentu.

    “Publik mungkin tidak perlu mengetahui dan mendiskusikan semua varian tersebut. Namun untuk jenis yang menyebar luas dan menyebabkan sebagian besar infeksi, ada baiknya diberi nama yang lebih mudah dipahami,”  kata Gregory.

    Gregory mengatakan, hal yang dibutuhkan publik adalah kosakata yang mudah dipahami bersama agar semua orang mampu menyadari pandemi terus berkembang.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ternyata Bukan 2022! Bos Pfizer Bocorkan Kapan Covid Berakhir

    (dce)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.