Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Harga HP Diramal Naik, Bagaimana dengan Laptop?
    Insight News

    Harga HP Diramal Naik, Bagaimana dengan Laptop?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Oktober 2022Updated:6 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perangkat laptop juga diramal mengalami kenaikan. Ini terjadi saat smartphone juga bernasib serupa.

    Senior Market Analyst IDC Indonesia, Stallone Hanggewa mengatakan kenaikan harga notebook akan terjadi pada paruh kedua tahun 2022. Salah satu alasannya karena adanya kenaikan biaya komponen dan juga rantai pasokan yang masih bermasalah.

    “Menghadapi kenaikan biaya komponen menjadi salah satu alasan mengapa harga notebook diperkirakan akan meningkat pada paruh kedua tahun 2022,” kata Stallone dalam keterangan resmi yang terima CNBC Indonesia, dikutip Kamis (6/10/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Selain itu, meningkatnya tekanan pada rantai pasok akibat meluasnya lockdown karena virus COVID-19 di China juga berkontribusi terhadap kenaikan harga notebook”.

    Dia menjelaskan untuk besaran kenaikan harga tergantung dari vendor serta lini produknya itu sendiri. “Tingkat kenaikan harga akan bervariasi tergantung pada vendor dan tergantung pada lini produk karena pada akhirnya, vendor PC yang akan memutuskan besarnya kenaikan harga produk mereka,” ungkapnya.

    Sementara itu kenaikan harga BBM hingga inflasi mengakibatkan harga komponen smartphone ikut melonjak. Ini juga yang menyebabkan harga jual HP akan mengalami kenaikan.

    “Tren kenaikan harga dapat dilihat pada pasar smartphone. Adanya hambatan pada rantai pasok, kenaikan harga bahan bakar, inflasi, pergerakan kurs, kenaikan PPn, dan faktor ekonomi global lainnya menyebabkan kenaikan harga bagi komponen dan berakibat pada kenaikan harga perangkat,” jelas Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia.

    IDC memperkirakan kenaikan Average Selling Price (ASP) smartphone 2Q2022 berkisar 11% YOY. Sedangkan untuk harga ponsel 5G kemungkinan tidak semua mengalami kenaikan.

    Vanessa mengatakan tak semua vendor menaikkan harga ponselnya, dalam rangka menghindari tekanan berlebihan pada masyarakat.

    “Sedangkan untuk model-model yang ada di pasar saat ini, kenaikan harga merupakan keputusan dan strategi vendor, beberapa vendor memutuskan untuk tidak menaikkan harga untuk menghindari tekanan berlebih terhadap konsumen yang sudah mengalami tekanan akibat hal-hal yang disebutkan sebelumnya,” jelas Vanessa.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.