Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PHK Startup Terjadi Lagi, dari Shopee Hingga Unicorn Xendit!
    Insight News

    PHK Startup Terjadi Lagi, dari Shopee Hingga Unicorn Xendit!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Oktober 2022Updated:5 Oktober 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai PHK karyawan di startup belum berakhir. Sepanjang tahun 2022 ada begitu banyak startup yang merumahkan karyawan, mulai dari Shopee hingga yang terbaru startup fintech dengan status unicorn, Xendit.

    Berikut ini 4 startup yang dalam waktu belakangan melakukan PHK terhadap karyawan.

    1. Xendit


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: dok Xendit

    Xendit melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5% karyawan di dua negara tempat mereka beroperasi yakni Indonesia dan Filipina. Namun, tidak dijelaskan lebih terperinci lagi berapa jumlah pasti karyawan yang dirumahkan.

    Keputusan PHK ini diambil karena situasi makro ekonomi yang tidak menentu saat ini, sehingga memaksa perusahaan untuk mengubah struktur dan sumber daya tim.

    “Melakukan rightsizing tim adalah sebuah keputusan yang sangat sulit namun tetap harus diambil untuk optimalisasi posisi kami di jangka pendek maupun jangka panjang untuk perkembangan,” kata Chief Operating Officer Xendit Tessa Wijaya, dalam keterangan resmi kepada CNBC Indonesia.

    Hal ini didasarkan pada strategi bisnis yang progresif melihat situasi ke depan, dan telah melalui pertimbangan yang komprehensif untuk memastikan perusahaan siap dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

    2. Shopee




    FILE PHOTO: A person walks in front of a sign of Shopee, the e-commerce arm of Southeast Asia's Sea Ltd, at its office in Singapore, March 5, 2021. REUTERS/Edgar Su/File PhotoFoto: Ilustrasi Shopee (REUTERS/Edgar Su)

    Shopee Indonesia juga mengumumkan PHK sejumlah pekerjanya. Tidak disebutkan jumlah karyawan yang terdampak, tetapi berdasarkan informasi yang didapatkan CNBC Indonesia sebanyak 3% dari 6.232 orang.

    “Kondisi ekonomi global menuntut kami untuk lebih cepat beradaptasi serta mengevaluasi prioritas bisnis agar bisa menjadi lebih efisien. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat sulit,” kata Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira.

    Selain Indonesia, Shopee Thailand juga melakukan kebijakan yang sama. Sekitar 10% karyawan yang terdampak dan menurut laporan The Thaiger ada 100 karyawan dirumahkan. Sebelumnya 300 orang di ShopeFood dan ShopeePay Thailand juga mengalami nasib serupa.

    Shopee juga melakukan PHK pada karyawannya di Taiwan dan Fillipina. Di Taiwan, pihak perusahaan mengatakan keputusan itu bagian dari upaya untuk “mengoptimalkan efisiensi operasional” dan mencapai “self-sufficiency” tetapi menolak menyebut jumlah pegawai yang terdampak. Sementara itu Inquirer melaporkan, Shopee Fillipina merumahkan kurang dari 10% jumlah pegawainya.

    3. Tokocrypto




    T-hub TokocryptoFoto: dok Tokocrypto

    Tokocrypto memberhentikan 20% dari jumlah total 227 karyawan. PHK itu dilakukan dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis.

    VP Corporate Communications Tokocrypto Rieka Handayani, mengatakan keputusan ini berdasarkan hasil analisis dan prediksi yang telah dilakukan oleh manajemen dalam mengantisipasi kondisi pasar kripto dan ekonomi global yang berkepanjangan.

    Langkah internal yang diambil adalah mentransfer beberapa karyawan kepada bisnis unit yang telah menjadi entitas berbeda yaitu T-Hub dan TokoMall, penyesuaian jumlah karyawan sekitar 20% dari 227 karyawan dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis,” kata Rieka dalam keterangan tertulis.

    4. Carsome




    Inspeksi mobil bekas CarsomeFoto: dok Carsome

    Carsome mengonfirmasi rumor melakukan pengurangan karyawan. Platform e-commerce mobil bekasi itu mengindikasikan sedang melalui “optimasi tenaga kerja” dan tim eksekutifnya tidak ambil gaji selama sisa tahun 2022.

    Startup pertama Malaysia yang berhasil menjadi unicorn itu mengatakan akan berfokus pada peningkatan produktivitas di seluruh bisnis. Caranya dengan menyelaraskan sumber daya dengan kontribusi ke bottom line, serta membuat manajemen kinerja yang lebih ketat.

    PHK ini terjadi setelah Carsome mengumpulkan US$290 juta pada pendanaan seri E awal tahun ini. Selain itu juga mengumumkan perluasan kantor pusat regionalnya di Malaysia beberapa waktu lalu.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Sosok Wanita Hebat yang Antarkan Xendit Jadi Startup Unicorn

    (dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.