Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Say Goodbye ke Google Translate, Ada Apa?
    Insight News

    China Say Goodbye ke Google Translate, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Oktober 2022Updated:4 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google memutuskan menutup layanan Google Translate di China. Yakni karena penggunaan layanan yang rendah dan menjadi salah satu produk terakhir yang tersisa di wilayah itu.

    “Kami menghentikan Google Translate di China daratan karena penggunaan yang rendah,” ucap Google dalam pernyataannya, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (4/10/2022).

    Pengguna yang mengakses situs web untuk Google Translate negara itu akan dialihkan ke layanan versi Hong Kong. Sayangnya tidak bisa diakses dari China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hubungan Google dan China memang tak selalu mulus. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu sempat menarik mesin pencarinya pada 2010 karena sensor ketat pemerintah China secara online.

    Selain itu, layanan lain Google seperti Maps dan Gmail juga diblokir oleh pemerintah setempat. Langkah tersebut juga membuat pesaing lokal seperti Baidu dan Tencent mendominasi dunia internet China dari berbagai layanan seperti pencarian hingga terjemahan.

    Akhir-akhir ini, Google kembali hadir di China dengan terbatas. Beberapa perangkat kerasnya termasuk Pixel diproduksi di China, tetapi laporan The New York Times menyebutkan beberapa produksi smartphone telah pindah ke Vietnam.

    Google juga membuat inisiatif agar pengembang China dapat membuat aplikasi bagi sistem operasi Android yang nantinya tersedia di Google Play Store. Meskipun toko aplikasi itu di China telah diblokir.

    Tahun 2018, Google sempat menjajaki opsi kembali ke China dengan layanan Search. Namun pada akhirnya membatalkan proyek setelah mendapatkan reaksi keras dari karyawan dan politisi.

    Amerika Serikat (AS) dan China memang terkenal tak akur, termasuk di bidang teknologi. Hal ini membuat bisnis AS terperangkap di tengah ketegangan itu.

    Washington kerap khawatir adanya akses potensial China ke teknologi sensitif dari berbagai bidang, seperti kecerdasan buatan serta semikonduktor.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jaga Privasi, Ini Cara Hapus Hasil Pencarian dari Google

    (npb)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.