Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Astronaut Nangis Lihat Bumi Dari Antariksa, Ada ‘Malapetaka’?
    Insight News

    Astronaut Nangis Lihat Bumi Dari Antariksa, Ada ‘Malapetaka’?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Oktober 2022Updated:1 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Astronaut Megan McArthur mengungkapkan kesedihannya beberapa waktu lalu. Dia mengaku menangis saat melihat keadaan bumi dari stasiun antariksa International Space Station (ISS).

    Ini terjadi karena kebakaran di beberapa wilayah Bumi beberapa waktu terlihat dengan jelas dari antariksa. McArthur mengatakan kejadian itu bukan hanya terjadi di Amerika Serikat (AS).

    “Kami sangat sedih melihat kebakaran di sebagian besar Bumi, bukan hanya Amerika Serikat,” ujar McAthur dalam wawancaranya dengan Insider dan dikutip dari Futurism, Sabtu (1/10/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    McArthur menambahkan para ilmuwan telah memperingatkan terkait kebakaran hutan. Namun untuk menyelesaikannya dibutuhkan kerja sama dari semua komunitas global.

    “Selama bertahun-tahun para ilmuwan dunia telah membunyikan bel alarm ini. Ini adalah peringatan bagi seluruh komunitas global. Butuh seluruh komunitas global untuk menghadapi ini dan mengatasi tantangan tersebut,” jelasnya.

    Kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu itu menimpa Siberia, Yunani, Spanyol, hingga Pacific Northwest. Turki kabarnya cukup terpukul dengan bencana itu dan AS melakukan upaya merekrut petugas kebakaran dengan jumlah cukup.

    Selain itu, hutan hujan di Brazil mengalami ancaman deforestasi dan telah terjadi sejak beberapa waktu terakhir ungkap Simon Evans dari Carbon Brief.

    Deforestasi merupakan kegiatan untuk mengalihgunakan lahan seperti pertanian, peternakan, bahkan kawasan tinggal atau perkotaan. Kejadian di Brazil dilakukan untuk menanam tanaman komersial seperti karet, gula dan tembakau.

    Kegiatan itu lebih cepat terjadi lagi dalam paruh terakhir abad 20. Lahan diubah sebagai peternakan sapi, perkebunan tanaman skal industri seperti kedelai, kelapa sawit, serta penebangan.

    Dari foto udara, lahan terlihat terus berkurang. Amazon juga menjadi lebih banyak melepaskan Co2 daripada menyerapnya 10 tahun terakhir.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ilmuwan Bercocok Tanam Pakai Tanah Bulan, Hasilnya?

    (npb/npb)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.