Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kiamat Gas Eropa, Mesin Pemburu Partikel Tuhan Mau Dimatikan
    Insight News

    Kiamat Gas Eropa, Mesin Pemburu Partikel Tuhan Mau Dimatikan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 September 2022Updated:28 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Satu lagi korban dari perang Rusia-Ukraina. Perang yang membuat krisis energi ini memaksa pejabat di laboratorium fisika partikel di CERN sedang merencanakan untuk membatasi hingga mematikan Large Hadron Collider (LHC) tersebut.

    “Mengingat konteks saat ini dan sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, CERN sedang menyusun rencana mengurangi konsumsi energinya musim dingin ini, kata juru bicara kelompok itu, Mailys Nicolet, dikutip dari Popsci, Rabu (28/9/2022).

    Beberapa orang mengatakan fasilitas yang terletak di perbatasan Prancis-Swiss ini menggunakan listrik sebanyak kota kecil. Ini juga diakui oleh kelompok itu sendiri, dalam setahun bisa mengonsumsi seperti listrik di Jenewa, Swiss.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fasilitas itu tercatat mendapatkan daya dari jaringan listrik Prancis, lebih dari dua pertiga sumbernya dari fisi nuklir. Ini menjadi yang tertinggi dari negara manapun di dunia.

    Bukan hanya mengurangi jejak karbon LHC, tetapi juga membuatnya tidak lagi bergantung dengan bahan bakar fosil impor.

    Namun penggunaan di Prancis berlipat ganda saat musim dingin. Sebab rumah-rumah di sana memanfaatkan pemanas listrik, bukan dengan gas seperti negara Eropa lainnya.

    Saat ini, ada 32 dari 56 reaktor nuklir Prancis yang dalam perawatan atau perbaikan. Pemerintah setempat berencana memperkuat jaringan listriknya melawan krisis energi dengan mengaktifkan sebagian besar dari reaktor tersebut pada musim dingin.

    Jika itu dilakukan CERN akan kehilangan pasokan listrik. Meskipun anggaran sudah ditambal, mungkin masihg tidak cukup untuk membayar tarif reaktor.

    Pilihan hibernasi berarti LHC mungkin bisa bertahan hingga bulan pada musim yang lebih hangat. Fasilitas itu berencana untuk mematikannya dari November hingga Maret.

    Namun LHC juga menghadapi kemungkinan kerugian saat dimatikan dengan waktu yang tidak terbatas. Jika dimatikan selama satu tahun atau lebih, peralatan seperti deaktor mungkin mulai rusak.

    Juru bicara fasilitas mengatakan manajer CERN sedang menjajaki pilihan mereka. Pemerintah Prancis kemungkinan akan memerintahkan LHC tidak beroperasi saat permintaan listrik sedang memuncak, seperti pagi atau sore hari.

    LHC dikenal publik sebagai fasilitas tempat ditemukannya partikel sub-atom yang menyerupai boson Higgs dan populer sebagai “partikel tuhan”.

    [Dexpert.co.id]


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.