Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kabar Enggak Enak Ini Paksa Shopee PHK Gede-gedean
    Insight News

    Kabar Enggak Enak Ini Paksa Shopee PHK Gede-gedean

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 September 2022Updated:25 September 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan penasihat investasi, Nilzon Capital, menilai pemicu utama dari efisiensi yang dilakukan Shopee ada beberapa faktor. Salah satunya karena kenaikan suku bunga yang terjadi secara luas di banyak negara dengan ekonomi besar, dan antisipasi resesi dalam 2 tahun mendatang.

    Kenaikan suku bunga dan treasury yield membuat cost of financing meningkat, di mana akses pendanaan menjadi tidak semudah dahulu dan semakin sedikit investor yang terbuka dengan ide “bakar uang”.

    Dampaknya, banyak perusahaan dengan model bisnis yang tidak terlalu menarik dan belum menghasilkan cash flow yang positif harus melakukan efisiensi, pivot, hingga menutup usahanya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Principal Advisor Nilzon Capital John Octavianus, menilai untuk kasus Shopee, walaupun skala operasionalnya sudah relatif besar, akses ke pendanaan segar di pasar modal menjadi tidak menarik karena induk usaha mereka, Sea Limited, mengalami penurunan harga saham yang sangat tajam, sebesar 83% selama setahun terakhir.

    Sehingga, sudah sangat wajar jika Sea Limited dan Shopee lebih memilih efisiensi ketimbang mengumpulkan pendanaan di tengah harga saham yang sangat tidak menarik.

    “Di sisi investor, kenaikan treasury yield memengaruhi discount rate atas free cash flow, sehingga pada akhirnya memengaruhi nilai wajar suatu perusahaan,” kata John kepada CNBC Indonesia, Rabu (21/9/2022).




    Foto: Ilustrasi Shopee (REUTERS/Edgar Su)

    Belum lagi pelaku pasar dan World Bank memprediksi akan adanya resesi di tahun 2023-2024. Hal ini dibuktikan dengan kurva treasury yield yang saat ini terlihat terbalik (inverted), mengindikasikan investor yang sedang bersiap menghadapi kemungkinan terburuk yang terjadi pada ekonomi dunia.

    Resesi akan mengakibatkan penurunan aktivitas ekonomi dan penurunan permintaan produk atau jasa oleh masyarakat. Dengan demikian, wajar jika perusahaan melakukan efisiensi khususnya pada departemen yang menjadi cost-center dan bersifat variabel terhadap jumlah transaksi perusahaan.

    “Dengan demikian, wajar jika perusahaan melakukan efisiensi khususnya pada departemen yang menjadi cost-center dan bersifat variabel terhadap jumlah transaksi perusahaan.” ujarnya.

    Selain itu, investor mulai meragukan profitabilitas dan model bisnis e-commerce di negara-negara berkembang, khususnya setelah Amazon secara mengejutkan mencatatkan kerugian operasional (operating loss) yang semakin parah untuk segmen usahanya di luar Amerika Utara.

    “Hal ini membuat investor gugup karena ada kemungkinan model bisnis e-commerce di luar segmen Amerika Utara dan Eropa mungkin lebih sulit mencapai titik impas (breakeven), boro-boro mencatat keuntungan,” terangnya.

    Tak ketinggalan penguatan dollar Amerika terhadap banyak mata uang negara berkembang dinilai memperkeruh situasi ekonomi, bersamaan dengan imported inflation dari Amerika Serikat dan Eropa yang pada akhirnya menurunkan daya beli masyarakat di banyak negara berkembang.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Diterpa Kabar PHK, Shopee Tutup Marketplace di Spanyol

    (roy/roy)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.