Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perusahaan China Ini Senasib Huawei, Masuk Daftar Hitam AS
    Insight News

    Perusahaan China Ini Senasib Huawei, Masuk Daftar Hitam AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 September 2022Updated:22 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pacific Networks Corp asal China, anak perusahaan milik Comnet (USA) LLC dan China Unicom (Amerika) masuk ke daftar hitam pemerintah Amerika Serikat (AS). Nasib yang sebelumnya dialami oleh Huawei beberapa waktu lalu.

    Menurut Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS, perusahaan telekomunikasi itu dianggap sebagai ancaman pada keamanan nasional, dikutip dari Reuters, Kamis (22/9/2022).

    Keputusan tersebut berada di bawah undang-undang 2019 yang bertujuan melindungi jaringan komunikasi AS. Selain Huawei, pada Maret 2021, FCC juga memasukkan ZTE Corp, Hytera Communications Corp, Hangzhou Hikvision Digital Technology, dan Zhejiang Dahua Technology Co masuk dalam daftar disebut ‘Covered List’.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut FCC, perusahaan-perusahaan itu tunduk pada eksploitasi, pengaruh dan kontrol pemerintah China. Selain juga menekankan pada risiko keamanan terkait.

    Adanya juga kekhawatiran perusahaan-perusahaan tersebut akan dipaksa memenuhi permintaan pemerintah China untuk melakukan penyadapan. Dengan catatan mereka tidak bisa menentang permintaan itu.

    Reuters melaporkan baik duta besar China di Washington dan pengacara AS untuk China Unicom dan Pacific Networks tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

    Sementara itu awal tahun 2022, regulator AS juga mencabut unit AS, China China Unicom, Pacific Networks, dan otorisasi ComNet yang beroperasi di negara tersebut. Alasan pencabutan itu adalah terkait masalah keamanan nasional.

    Ketua FCC Jessica Rosenworcel angkat bicara alasan dibalik keputusan itu. Yakni sebagai upaya penting melindungi jaringan komunikasi AS dari pihak asing.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.