Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sony dan Microsoft Panas Gara-gara Video Game Perang
    Insight News

    Sony dan Microsoft Panas Gara-gara Video Game Perang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 September 2022Updated:8 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hubungan Sony dan Microsoft memanas akibat game Call of Duty. Kepala game Sony Group Corp, Jim Ryan mengatakan tawaran pembuat Xbox mengizinkan seri game tersebut tersedia untuk pengguna PlayStation dalam waktu terbatas “tidak memadai”.

    Microsoft mengakuisisi perusahaan developer game Call of Duty, Activision Blizzard Inc. senilai US$69 miliar pada Januari lalu. Perusahaan hanya menjanjikan mempertahankan game itu di PlayStation untuk dalam tiga tahun.

    “Usulan mereka tidak memadai pada banyak tingkatan dan gagal memperhitungkan dampaknya pada gamer kami,” ungkap Ryan dikutip dari Reuters, Kamis (8/9/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Masalah ini terjadi saat keduanya berusaha melebarkan sayap ke gim online, sebab kemajuan teknologi mengancam posisi dominan para operator platform.

    Akuisisi Activision Blizzard bisa merusak industri apabila Microsoft menolak memberikan akses pada pesaing mereka, ungkap regulator anti monopoli Inggris. Aksi tersebut dikatakan bisa membahayakan persaingan konsol game, layanan berlangganan dan game cloud dan perlu diselidiki secara mendalam.

    Menurut Competition and Markets Authority (CMA) mengatakan kesepakatan itu adalah yang terbesar dalam industri gaming. “Kami khawatir Microsoft bisa menggunakan kontrolnya atas game populer seperti Call of Duty dan World of Warcraft pasca-merger untuk merugikan saingan, termasuk pesaing baru dan yang akan datang dalam layanan berlangganan multi game dan cloud gaming,” kata CMA.

    Menurut CMA, Microsoft telah memiliki entri terbatas dari pasar pesaingnya. Sementara itu sebelumnya Presiden dan Wakil Ketua Microsoft, Brad Smith mengatakan perusahaan ingin orang punya lebih banyak akses kepada games.

    “Kami ingin orang punya lebih banyak akses ke game bukan lebih sedikit,” ungkap Smith. “Sony sebagai pemimpin industri mengatakan khawatir mengenai Call of Duty namun kami telah mengatakan bahwa kami berkomitmen untuk membuat game yang sama tersedia pada hari yang sama di Xbox dan Playstation.”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ini Dia Satu-satunya Ponsel Andalan Bill Gates, Udah Jadul?


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.