Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Diam-diam Prancis Gencarkan Pemakaian Mobil Listrik, Ada Apa?
    Insight News

    Diam-diam Prancis Gencarkan Pemakaian Mobil Listrik, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Agustus 2022Updated:30 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Prancis sedang bersiap untuk meluncurkan program subsidi kendaraan listrik (EV) baru yang akan memfasilitasi masyarakat untuk menyewa EV seharga €100 (sekitar Rp 1,5 juta) per bulan. Minister of Public Action and Accounts Prancis Gabriel Attal mengumumkan rencana tersebut akhir pekan lalu sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

    “Kami tahu bahwa bagi banyak orang di Prancis [EV] tetap sangat mahal,” katanya, dikutip dari Engadget, Selasa (30/8/2022).

    Ia pun menambahkan bahwa pemerintah sedang bekerja keras agar kebijakan tersebut dapat diterapkan.

    Di bawah skema subsidi yang mirip dengan yang diperkenalkan oleh Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS, pembeli mobil Prancis saat ini dapat menerima potongan sebesar €6.000 untuk EV yang harganya kurang dari €47.000.

    Konsumen juga dapat memanfaatkan program tukar tambah federal untuk mendapatkan uang untuk mobil bermesin pembakaran lama milik mereka. Terlepas dari insentif itu, EV hanya menyumbang 12% dari penjualan kendaraan baru di Prancis selama tujuh bulan pertama di tahun ini.

    Prancis secara signifikan tertinggal dibandingkan dengan negara-negara seperti Norwegia. Tahun lalu, kendaraan baterai-listrik dan hybrid mencapai hampir dua pertiga dari semua penjualan mobil baru di negara Nordik itu.

    Pengumuman Attal berbarengan dengan kondisi cuaca yang sangat panas selama berbulan-bulan di seluruh Prancis. Situasi sama dirasakan di sejumlah negara Eropa dan dunia yang merasakan beban akibat krisis iklim yang memburuk.

    Setelah mengalami beberapa kali gelombang panas sepanjang Juni dan Juli, sejumlah daerah di Paris mengalami kenaikan suhu hingga 36 derajat Celcius (hampir 100 Fahrenheit) awal bulan ini.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Artikel Selanjutnya


    Mobil Listrik Mercy Bisa Tempuh Jakarta-Banyuwangi Sekali Cas

    (Sumber: CNBC.com )


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.