Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Eropa Kering Kerontang, ‘Batu Kelaparan’ Muncul di Jerman
    Insight News

    Eropa Kering Kerontang, ‘Batu Kelaparan’ Muncul di Jerman

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Agustus 2022Updated:21 Agustus 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kekeringan telah melanda sebagian wilayah di Eropa selama berminggu-minggu. Hal ini membuat permukaan air terlihat karena sungai dan danau terus menyusut seolah memberi peringatan mengerikan.

    Misalnya, di Spanyol telah mengalami kekeringan terburuk dalam beberapa dekade ini. Para arkeolog di sana gembira karena kekeringan memunculkan lingkaran batu prasejarah yang dijuluki “Spanish Stonehenge” yang biasanya terendam air bendungan.

    Penemuan ini secara resmi dikenal sebagai Dolmen of Guadalperal. Lingkaran batu saat ini berada sepenuhnya terbuka di salah satu sudut reservoir Valdecanas, di provinsi tengah Caceres, tempat pihak berwenang mengatakan tingkat air telah turun hingga 28% dari kapasitas.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ditemukan oleh arkeolog Jerman Hugo Obermaier pada tahun 1926, daerah tersebut dibanjiri pada 1963 dalam proyek pembangunan perdesaan di bawah kediktatoran Francisco Franco. Sejak itu, batu ini hanya menjadi terlihat sepenuhnya empat kali.

    Kenangan kekeringan masa lalu juga telah dihidupkan kembali di Jerman dengan munculnya kembali “batu kelaparan” di sepanjang Sungai Rhine. Banyak batu seperti itu terlihat di sepanjang tepi sungai terbesar di Jerman dalam beberapa pekan terakhir.




    Foto: Tilman Blasshofer/REUTERS
    Salah satu ‘batu kelaparan’ muncul saat permukaan air surut di Worms, Jerman pada 17 Agustus 2022.

    Bertuliskan tanggal dan inisial orang, kemunculan batu monumen ini kembali dilihat oleh beberapa orang sebagai peringatan dan pengingat akan kesulitan yang dihadapi selama masa kekeringan sebelumnya.

    Tanggal tersebut terlihat pada batu yang muncul di Worms, selatan Frankfurt, dan Rheindorf, dekat Leverkusen, bertuliskan tahun 1947, 1959, 2003, dan 2018.

    Adapun sungai besar lainnya di Eropa, Danube, telah jatuh ke salah satu tingkat terendah dalam hampir satu abad akibat kekeringan. Peristiwa ini memperlihatkan lebih dari 20 kapal perang Jerman tenggelam selama Perang Dunia II di dekat kota pelabuhan sungai Prahovo di Serbia.

    Kapal-kapal itu termasuk di antara ratusan kapal yang ditenggelamkan di sepanjang Danube oleh armada Laut Hitam Nazi Jerman pada tahun 1944 saat mereka mundur dari pasukan Soviet yang maju, dan masih menghambat lalu lintas sungai selama permukaan air rendah.

    Italia telah mengumumkan keadaan darurat untuk daerah-daerah di sekitar Sungai Po, dan pada akhir Juli sebuah bom Perang Dunia II seberat 450 kg ditemukan di perairan rendah sungai terpanjang di negara itu.

    Sementara itu, sekitar 3.000 orang yang tinggal di dekat desa utara Borgo Virgilio, dekat dengan kota Mantua telah dievakuasi. Para ahli militer menjinakkan dan melakukan ledakan terkendali dari perangkat buatan Amerika Serikat awal bulan ini.


    Artikel Selanjutnya


    Perang Minggir! Bencana Ini Bakal Buat Bumi Dekati ‘Kiamat’

    (dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.