Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bikin Nangis! Uang Kripto Rp 28 T Hilang Dicuri Maling
    Insight News

    Bikin Nangis! Uang Kripto Rp 28 T Hilang Dicuri Maling

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Agustus 2022Updated:17 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan analisis blockchain bernama Chainalysis melaporkan bahwa kasus peretasan kripto saat ini sedang melonjak drastis ke angka 60%. Tercatat bahwa dalam 7 bulan pertama tahun ini, kerugian akibat peretasan kripto telah melesat, tembus ke nilai US$ 1,9 miliar atau setara Rp 28 triliun.

    Adapun para oknum peretas ramai melakukan pembobolan pada beberapa protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi). Salah satunya di aplikasi blockchain Ethereum.

    “Protokol DeFi secara unik rentan terhadap peretasan,kode yang mudah diakses membuat penjahat dunia maya dengan mudah melakukan eksploitasi dengan cepat yang tentunya menyimpang dalam praktik terbaik keamanan,” kata Chainalysis dikutip dari Reuters, Rabu (17/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka memperkirakan bahwa kelompok peretas tersebut berafiliasi dengan Korea Utara, yakni Lazarus Group, dan menjadi dalang utama dibalik aksi pembobolan cryptocurrency selama beberapa bulan terakhir.

    Selain itu, Chainalysis memperkirakan bahwa hingga saat ini, kelompok yang berafiliasi dengan Korea Utara itu telah mencuri sekitar US$1 miliar cryptocurrency dari protokol DeFi.

    Selain peretasan, adanya aksi penipuan yang menawarkan koin atau token kripto palsu pada para investor kripto juga menjadi penyebab investor mengalami kerugian kepemilikan aset digital.

    Dengan adanya kasus peretasan ini, perusahaan intelijen blockchain mencatat bahwa penipuan kripto pada bulan Juli menurun tajam hingga mencapai 65 persen.

    “Penipuan menurun terutama karena penurunan kripto, tetapi juga karena banyak penegakan hukum yang menang melawan scammer dan solusi produk yang dapat digunakan bursa untuk melawan penipuan,” ujar direktur penelitian Chainalysis, Kim Grauer.

    Dalam waktu dekat, Chainalysis mencatat bahwa tren kerugian ini tidak akan berbalik dalam waktu dekat. Artinya, jumlah nilai kerugian kemungkinan akan terus bertambah.


    Artikel Selanjutnya


    Duh Kasus Pencurian Kripto Makin Marak, Investor Kudu Piye?

    (roy/roy)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.