Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Harga Mi Instan dan Tarif Ojol Bareng Naik, Lebih Berat Mana?
    Insight News

    Harga Mi Instan dan Tarif Ojol Bareng Naik, Lebih Berat Mana?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Agustus 2022Updated:11 Agustus 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah akhirnya menaikkan kembali tarif layanan ojek online. Nampaknya kebijakan baru itu mampu berdampak ke inflasi.

    Chief Economist BRI Danareksa Securitas, Telisa Falanty mengatakan ada beberapa komponen yang menjadi pembentuk inflasi. Salah satunya BBM dan juga akan memasukkan gaya hidup digital, termasuk transportasi online.

    “Sebenarnya kenaikan transportasi online ini adalah dari impact kenaikan harga bahan bakarnya. Jadi itu adalah efek ikutan dari bahan bakar. Jadi istilahnya bahan bakarnya sendiri ada yang sudah naik langsung konsumsi masyarakat,” kata Telisa dari Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (10/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kemudian ketika masyarakat menggunakan jasa transportasi online dia ada tambahan lagi nih kontributor dari inflasinya yaitu dari transportasi online yang tarifnya memang meningkat tajam”.

    Dengan kenaikan ini, dia mengatakan sudah pasti akan berdampak inflasi. Namun menurutnya, banyak ekonom yang menghitung dampak tersebut tidak terlalu besar dan sudah tecermin dari kenaikan bahan bakar rumah tangga juga.

    Ini akan bergantung dari seberapa besar kenaikan tarif tersebut. Dampaknya akan terlihat dari tarif dan bobot yang efeknya ke masyarakat, ungkapnya.

    Telisa mengatakan kemungkinan kontribusi masih di bawah 0,1%. Angka tersebut serupa dengan kenaikan tarif pesawat.

    “Jadi kita harus lihat juga preferensi masyarakat Seperti apa ya besaran bobotnya itu. Tapi kami masih memperkirakan di bawah 0,1% ya dampak dari kenaikan,” ungkapnya.

    Kenaikan tarif ojek online terjadi di tengah tekanan inflasi harga pangan terutama mi instan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sempat memperingatkan, potensi lonjakan harga mi instan akibat efek domino perang Rusia-Ukraina.

    Pasalnya, Indonesia mengandalkan pasokan gandum impor, sedangkan Rusia dan Ukraina merupakan negara pemasok gandum dunia.”Ada 180 juta ton gandum nggak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya [naik] 3x lipat,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah webinar, dikutip Selasa (9/8/2022).

    Kenaikan harga mi instan terjadi saat inflasi umum mencapai 4,94% pada akhir Juli, didorong oleh inflasi pada harga pangan yang mencapai 10,4%.

    Sebagai informasi kenaikan tarif ojek online ini terjadi pada Zona II yang mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ini terlihat pada tarif bawah, atas dan juga biaya 4km pertama yang dibebankan kepada konsumen.

    Tarif baru ojek online

    Berikut rincian tarif baru tersebut:
    Zona I (Sumatera, Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dan Bali)

    Biaya jasa batas bawah Rp 1.850/km, batas atas Rp 2.300/km. Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 9.250-Rp 11.500.

    Zona II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi/Jabodetabek)

    Biaya jasa batas bawah Rp 2.600/km, batas atas Rp 2.700/km. Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 13.000-Rp 13.500.

    Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua)

    Biaya jasa batas bawah Rp 2.100/km, batas atas Rp 2.600/km. Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 10.500-Rp 13.000.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Super App Lebih Populer di Asia Ketimbang AS & Eropa, Kenapa?


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.