Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Eks Petinggi Bank Indonesia Jadi Presiden Komisaris OVO
    Insight News

    Eks Petinggi Bank Indonesia Jadi Presiden Komisaris OVO

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Agustus 2022Updated:6 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Mantan petinggi Bank Indonesia bergabung ke OVO sebagai presiden komisaris perusahaan, menambah panjang daftar eks regulator keuangan yang ditarik ke startup teknologi.

    Berdasarkan profil LinkedIn-nya, eks Asisten Gubernur Bank Indonesia Dyah NK Makhijani kini menempati posisi Presiden Komisaris di PT Visionet Internasional atau OVO.

    Dalam laman LinkedIn yang sama, Dyah menuliskan bahwa ia selesai berkarier di Bank Indonesia pada Agustus 2022 yang telah digelutinya sejak  1986.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di OVO, Dyah mengisi posisi yang ditinggalkan oleh eks Deputi Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara. Mirza meninggalkan dewan komisaris OVO setelah terpilih menjadi anggota Dewan Komisioner OJK. Mirza kemudian dilantik sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

    Dalam beberapa tahun terakhir, eks petinggi Bank Indonesia banyak mengisi posisi di dewan komisaris atau penasihat perusahaan rintisan, dari e-commerce hingga peer-to-peer lending.

    Misalnya, Agus Martowardojo yang dipercaya sebagai Komisaris Utama di Tokopedia setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia. Lalu, Ronald Waas, yang bergabung sebagai komisaris di Gojek. Selain itu, ada nama Kusumaningtuti Soetiono di jajaran komisaris Gopay.

    OVO saat ini adalah perusahaan yang kini 90% sahamnya dimiliki oleh Grab, setelah Tokopedia sebagai pemegang saham mayoritas lainnya merger dengan Gojek menjadi GoTo. 

    Bergabungnya Tokopedia dengan Gojek, membuat OVO kehilangan posisi sebagai dompet digital utama di platform e-commerce Tokopedia, digantikan oleh Gopay. 

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Siap-Siap! Biaya Top Up Gopay & OVO Cs Kena PPN 11%

    (dem)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.