Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dukungan Modal Telkom, Northstar Ga Jamin Zenius Kebal Resesi
    Insight News

    Dukungan Modal Telkom, Northstar Ga Jamin Zenius Kebal Resesi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Agustus 2022Updated:6 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Zenius kembali melakukan PHK karyawan, jumlahnya disebut mencapai ratusan orang. Perusahaan ed-tech ini padahal punya modal yang cukup kuat yaitu dukungan pemodal terafiliasi Gojek dan Telkom.

    Zenius didirikan oleh Sabda PS dan Medy Suharta. Startup edu-tech ini dimulai sebagai pusat bimbingan belajar offline pada tahun 2004, sebelum resmi mendirikan perusahaan dengan nama Zenius Education pada tahun 2007.

    Tiga tahun kemudian mereka meluncurkan situs pembelajaran berbasis video, Zenius.net. Pada Februari 2000, Zenius mengangkat Rohan Monga sebagai CEO menggantikan Sabda PS yang kini menjabat sebagai Chief Education Office.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perusahaan ini berhasil beroperasi selama 15 tahun tanpa pendanaan modal ventura (VC) sebelum akhirnya mengumpulkan US$ 20 juta dalam pendanaan awal pada tahun 2009. Pendanaan kala itu dipimpin oleh Northstar Group.

    Northstar Group, yang didirikan oleh Patrick Walujo dan Glenn Sugita, terkenal sebagai investor paling awal Gojek. Setelah pendanaan ini lah, Monga pindah dari Gojek ke Zenius.

    Pada Maret tahun ini, Zenius kembali mengumpulkan kembali pendanaan yang tidak diungkapkan dari MDI Venture. MDI Ventures merupakan entitas anak usaha Telkom Group yang bergerak di corporate venture capital.

    Namun, dukungan dua investor kelas kakap tersebut tak menjamin Zenius kebal dari badai resesi. Kemarin, Zenius mengonfirmasi kabar pemutusan hubungan kerja kepada ratusan karyawan. Kabarnya, jumlah pegawai yang di-PHK lebih banyak dari 200 orang yang dirumahkan pada Mei lalu.

    “Untuk merespons perubahan tersebut, seluruh aspek bisnis harus dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi, termasuk melalui rasionalisasi jumlah tenaga kerja,” kata Monga, dalam keterangan kepada CNBC Indonesia.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Badai PHK Startup Silicon Valley Mulai Masuk Indonesia?

    (dem)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.