Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Panas! Kena ‘Prank’ Akuisisi, Twitter Resmi Gugat Elon Musk
    Insight News

    Panas! Kena ‘Prank’ Akuisisi, Twitter Resmi Gugat Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2022Updated:17 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Twitter akhirnya menggugat Elon Musk pada Selasa (13/7/2022) karena melanggar kontrak US$ 44 miliar yang dia tandatangani untuk membeli perusahaan teknologi itu. Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa langkah orang terkaya dunia itu sebagai sebuah “model kemunafikan”.

    Gugatan yang diajukan di negara bagian Delaware AS mendesak pengadilan untuk memerintahkan miliarder itu menyelesaikan kesepakatannya untuk membeli Twitter, dengan alasan bahwa tidak ada ganti rugi finansial yang dapat memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkannya.

    “Perilaku Musk hanya menegaskan bahwa dia ingin melarikan diri dari kontrak mengikat yang dia tandatangani secara bebas, dan untuk merusak Twitter dalam prosesnya,” klaim gugatan itu, dikutip AFP, Rabu (13/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Twitter telah menderita dan akan terus menderita kerugian yang tidak dapat diperbaiki sebagai akibat dari pelanggaran para terdakwa.”

    Adapun, saham Twitter naik tipis dalam perdagangan sesaat ketika berita itu muncul.

    Analis mengatakan upaya Musk keluar dari pembelian Twitter menempatkan perusahaan dalam keadaan rentan pada saat yang menantang.

    Perlu diketahui, Musk mundur dari kesepakatan untuk membeli Twitter karena menganggap perusahaan tersebut membuat pernyataan menyesatkan tentang jumlah akun palsu (bot).

    “Mereka bilang saya tidak bisa membeli Twitter. Kemudian mereka tidak akan mengungkapkan info bot. Sekarang mereka ingin memaksa saya membeli Twitter di pengadilan. Sekarang mereka harus mengungkapkan info bot di pengadilan,” cuitnya.

    Adapun, Twitter menyatakan telah secara ketat mengawasi akun-akun palsu tersebut dan mengatakan jumlahnya hanya kurang dari 5%, persentase yang diragukan Musk.

    Twitter pun tetap bersikeras menuntut agar Musk menyelesaikan kesepakatan, yang di dalamnya ada klausul biaya pembatalan senilai US$ 1 miliar.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Usul Sistem Baru Twitter Blue, Bayar Pakai Kripto

    (luc/luc)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.