Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wow! Ada 20.000 Jenis Kripto Tersebar di Seluruh Dunia
    Insight News

    Wow! Ada 20.000 Jenis Kripto Tersebar di Seluruh Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2022Updated:14 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Bali, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan saat ini terdapat lebih 20.000 jenis aset kripto yang tersebar di seluruh dunia.

    Deputi Gubernur BI Juda Agung menjelaskan perkembangan yang pesat ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang semakin canggih di tengah pandemi Covid-19.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Saat ini ada lebih dari 20.000 jenis kripto di seluruh dunia. Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah dari waktu ke waktu,” jelas Juda dalam High Level Remarks: G20 Techspirit Central Bank Digital Currency Midpoint Event, Selasa (12/7/2022).

    Masifnya penggunaan kripto di seluruh dunia yang menjadi alasan Bank Sentral di berbagai negara untuk mengkaji secara mendalam mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC).




    Foto: Festival Keuangan Digital Indonesia, g20 (youtube BI)
    Festival Keuangan Digital Indonesia, g20 (youtube BI)

    Pasalnya, perkembangan aset kripto yang semakin pesat menimbulkan kekhawatiran munculnya risiko keuangan, sejalan dengan tingginya kapitalisasi pasar.

    “Transisi dari web 2.0 ke web 3.0 memungkinkan mereka untuk memperluas kasus penggunaan mereka, tidak hanya melalui ruang keuangan yaitu Decentralized Finance (DeFi) dengan fitur pinjam meminjam, dan pasar modal, tetapi juga menjadi use case ekonomi riil, yaitu metaverse,” jelas Juda.

    Oleh karena itu, CBDC diyakini dapat berperan penting bagi sistem keuangan di masa depan, bahkan mata uang digital bank sentral ini dinilai cocok untuk digunakan sebagai alat tukar yang sah dalam ekosistem terdesentralisasi.

    CBDC dipandang harus bisa dijadikan instrumen untuk mengantisipasi adanya risiko stabilitas keuangan yang kemungkinan bisa terjadi dalam ekosistem terdesentralisasi.

    Bank Indonesia mencatat, berdasarkan survey BIS tahun 2021 sebanyak 86% responden bank, secara aktif meneliti dan mengembangkan CBDC dan 60% diantaranya sedang dalam tahap eksperimen dan 14% telah menerapkan proyek percontohan atau uji coba.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    BI & Pakar Top Dunia Kumpul di Bali Bahas Rupiah Digital

    (cap/mij)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.