Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Curhatan Bos Kripto Terbesar Dunia, Ngaku Miskin Lagi
    Insight News

    Curhatan Bos Kripto Terbesar Dunia, Ngaku Miskin Lagi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2022Updated:13 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Binance, perusahaan pertukaran (exchange) kripto terbesar di dunia, mengaku mengalami kerugian besar setelah adanya kasus dua kripto besutan Terra yakni Terra Luna (LUNA) dan TerraUSD (UST).

    Pada tahun 2018 silam, Binance menempatkan dananya sebesar US$ 3 juta dalam bentuk token LUNA dan menerima 15 juta token tersebut sebagai imbalannya.

    Saat harga LUNA mencapai rekor tertingginya pada April lalu, dana Binance yang ditempatkan di LUNA melonjak menjadi US$ 1,6 miliar. Namun saat harganya ambruk, token LUNA yang dimiliki Binance pun menyusut parah hingga kini bernilai sekitar US$ 2.391 saja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Modal kami di LUNA mencapai US$ 3 juta, kemudian melonjak menjadi US$ 1,6 miliar. Tetapi saat harga LUNA jatuh, kami menderita kerugian yang amat besar, di mana nilai LUNA kami kini hanya mencapai US$ 2.391 saja,” kata Changpeng Zhao, CEO Binance dalam sebuah tweet-nya, dikutip dari Fortune.

    Terlepas dari kerugian besar yang dialami Binance, Zhao masih ingin memberikan kompensasi kepada trader ritel yang kehilangan dananya yang cukup besar saat LUNA mengalami koreksi parah pada pekan lalu.

    Namun, Binance menyerahkan sepenuhnya terkait kerugian yang diderita oleh trader-nya kepada LUNA, yaitu Binance meminta pertanggungjawaban atas kesalahan yang berimbas pada kerugian yang diderita trader Binance.

    “Binance akan memberikan kompensasi setelah trader kami mendapatkan kompensasi dari tim proyek Terra. Kami meminta Terra bertanggung jawab atas kejatuhan dua tokennya yang membuat trader Binance mengalami kerugian besar,” tulis Zhao dalam tweet.

    Beberapa waktu lalu, stablecoin algoritmik besutan Terraform Labs, yakni TerraUSD (UST), yang secara teoritis terkait dengan harga dolar AS, turun menjadi sekitar 13 sen dolar Amerika Serikat (AS).

    Sebagai akibat dari kecelakaan itu, LUNA, mata uang kripto yang dimaksudkan untuk membantu stablecoin UST mempertahankan pasak dolarnya, juga runtuh. Harga LUNA pun berkurang drastis dari sebelumnya sekitar US$ 119 pada April lalu, kini hanya sekitar 1 sen dolar AS.

    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.