Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jadi Idola di Awal Pandemi, Developer Game Kini Dihantui PHK
    Insight News

    Jadi Idola di Awal Pandemi, Developer Game Kini Dihantui PHK

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2022Updated:6 Juli 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengembang game online sempat menikmati peningkatan pendapatan pada awal pandemi Covid-19. Namun kini badai pemutusan hubungan kerja alias PHK.

    Salah satunya perusahaan video game di San Francisco, Unity, yang harus memberhentikan ratusan karyawan. Ini dilakukan beberapa minggu setelah CEO memberi tahu pegawai bahwa tidak ada PHK dalam waktu dekat.

    Pengembang PUBG, Tencent juga dikabarkan memangkas jumlah pekerja. Raksasa teknologi China itu melakukan PHK di seluruh perusahaan untuk mengatasi hasil keuangan yang memburuk.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber, berikut ini perusahaan game yang baru-baru ini melakukan PHK karyawan:

    1. Niantic

    Pengembang Pokémon GO, Niantic, mengalami masalah saat membangun dunia metaverse mereka. Seperti banyak perusahaan teknologi lainnya yang menghadapi ekonomi yang bergejolak, perusahaan memutuskan untuk melepaskan 8% stafnya, yang mempengaruhi sekitar 85 hingga 90 orang.

    Dalam email kepada staf, dilaporkan oleh Bloomberg, CEO John Hanke mengatakan bahwa perusahaan perlu mengurangi biaya untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk badai ekonomi yang akan datang.




    Foto: ilustasi game online yang sempat jadi idola pada awal pandemi Covid-19, kini dihantui PHK karyawan (CNBC Indonesia/Edward Ricardo)

    Niantic juga membatalkan empat proyek mereka yakni Heavy Metal sebuah game Transformers yang telah memasuki pengujian beta, Hamlet yang merupakan kolaborasi dengan perusahaan teater di balik “Sleep No More;” dan dua proyek lainnya yang disebut Blue Sky dan Snowball. Game yang baru-baru ini diumumkan seperti NBA All-World dan Peridot tampaknya tidak terpengaruh.

    Keputusan PHK ini diambil hanya selang tujuh bulan setelah perusahaan mengumpulkan pendanaan US$ 300 juta dengan valuasi US$ 9 miliar, lebih dari dua kali lipat penilaiannya dari 2018.

    2. Tencent

    Raksasa teknologi China, Tencent, sedang menjalani putaran PHK di seluruh perusahaan untuk mengatasi hasil keuangan yang memburuk, outlet media China Caijing melaporkan.

    PHK baru yang dilaporkan, menunjukkan bahwa PHK pada perusahaan teknologi China masih jauh dari selesai. Tencent awalnya memulai pengurangan jumlah karyawan pada akhir tahun lalu, dengan perkiraan 20% karyawan di perusahaan terpengaruh. Namun, redudansi yang berkelanjutan di perusahaan, termasuk unit bisnis intinya seperti game. Keputusan itu diambil setelah hasil keuangan yang mengecewakan yang membuat perusahaan harus melakukan PHK lagi.

    Caijing melaporkan bahwa Tencent telah memperluas PHK, dengan fokus pada sektor cloud computing, game, periklanan, dan konten.

    Sektor game tampaknya menjadi salah satu yang paling terpukul, dengan 10% dari tenaga kerja unit ini dilaporkan harus dirumahkan. Cloud and Smart Industries Group (CSIG) adalah sektor lain yang sangat terpengaruh oleh pemotongan staf perusahaan, setelah kehilangan 15% perampingan timnya pada Maret tahun ini.

    3. Unity

    Perusahaan video game di San Francisco, Unity, memberhentikan ratusan karyawan. Ini dilakukan beberapa minggu setelah CEO memberi tahu pegawai bahwa tidak ada PHK dalam waktu dekat.

    Unity sendiri merupakan perusahaan yang tidak memproduksi video game sendiri, tetapi menyediakan mesin game yang mendukung banyak judul populer termasuk “Genshin Impact” dan “Pokémon Go.”

    Perusahaan mengkonfirmasi kepada Protocol bahwa mereka akan memberhentikan sekitar 4% stafnya, atau sedikit lebih dari 200 staf.

    “Sebagai bagian dari proses perencanaan lanjutan di mana kami secara teratur menilai tingkat sumber daya kami terhadap prioritas perusahaan kami, kami memutuskan untuk menyelaraskan kembali beberapa sumber daya kami untuk lebih mendorong fokus dan mendukung pertumbuhan jangka panjang kami,” kata juru bicara Unity dalam sebuah pernyataan media, dikutip dari Sfgate.

    “Ini menghasilkan beberapa keputusan sulit yang memengaruhi sekitar 4% dari semua tenaga kerja Unity. Kami berterima kasih atas kontribusi mereka yang meninggalkan Unity dan kami mendukung mereka melalui transisi yang sulit ini.” imbuh pernyataan tersebut.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tak Cuma di Silicon Valley, Startup RI Pernah PHK Pegawai

    (roy/roy)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.