Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Induk Shopee ‘Kehilangan’ Harta Rp 250 Triliun, Ada Apa?
    Insight News

    Bos Induk Shopee ‘Kehilangan’ Harta Rp 250 Triliun, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Mei 2022Updated:17 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa bulan lalu, Forrest Li, pendiri dan CEO SEA Ltd (induk Shopee dan Garena) pernah menyandang predikat orang terkaya di Singapura dengan harta US$22 miliar atau setara Rp 319 triliun (asumsi Rp 14.500/US$).

    Namun berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kini kekayaan tinggal US$4,7 miliar (Rp 68,15 triliun). Artinya kekayaannya menyusut sebesar Rp 250,85 triliun dan tak lagi mendapat predikat sebagai orang terkaya di Singapura.

    Turun drastisnya kekayaan Forrest Li dampak dari turunnya harga saham SEA di bursa saham Amerika serikat yang membuat kapitalisasi pasar perusahaan sebesar US$1 triliun hilang. Sentimennya dari mulai dari penutupan operasi Shopee di India dan Prancis hingga laporan keuangan yang mengecewakan.

    Pada hari ini (17/5/2022), SEA akan mempublikasikan laporan keuangan, analis memperkirakan kerugian perusahaan bisa lebih dari US$740 juta. Rugi bersih SEA telah membengkak pada kuartal pertama tahun lalu karena perusahaan mempercepat ekspansinya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (17/5/2022).




    Foto: Shopee/Dok Sea Ltd

    Bagi analis penurunan kekayaan Forrest Li sebesar 80% dari Oktober 2021 lalu ini menunjukkan kerentanan saham sektor teknologi. Peningkatan pesat kekayaan ini ditopang meningkatnya oleh tingginya permintaan untuk layanan mereka seperti e-commerce Shopee dan game Garena selama pandemi Covid-19.

    Namun hal ini terancam adanya perang Ukraina dan Rusia dan kenaikan suku bunga acuan karena bank sentral akan berusaha untuk mengendalikan inflasi yang sudah naik.

    “SEA akan menghadapi tantangan yang meningkat pada tahun 2022,” ujar Shawn Yang, managing director Blue Lotus Capital, yang memangkas target harga SEA dari US$180 per saham menjadi US$105 pada 10 Mei lalu.

    Seorang perwakilan SEA menolak berkomentar mengenai hal ini kepada Channel News Asia.

    Meski begitu, turunnya kekayaan para bos sektor teknologi tak hanya dialami Forrest Li. Eric Yuan, bos Zoom kehilangan kekayaan US$4,4 miliar. Jeff Bezos pendiri Amazon kehilangan kekayaan US$58 miliar.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    India Blokir Free Fire, Induk Shopee ‘Rugi’ Rp 289 Triliun

    (roy/roy)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.