Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas! Jasa Sadap Whatsapp Berujung Pemerasan, Begini Modusnya
    Insight News

    Awas! Jasa Sadap Whatsapp Berujung Pemerasan, Begini Modusnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Mei 2022Updated:15 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada banyak kasus kejahatan yang dilakukan melalui WhatsApp. Termasuk penyadapan yang ternyata berujung pada pemerasan.

    Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan WhatsApp sebenarnya dibekali dengan enkripsi end-to-end. Dengan begitu kunci percakapan hanya bisa dibuka oleh perangkat pengguna baik pengirim dan penerima pesan.

    “Trafik antar pengguna WhatsApp bisa disadap dengan mudah, namun karena di enkripsi dengan kunci khusus tadi, maka hasil sadapan itu tidak akan bisa dibaca,” jelas Alfons, dalam keterangannya, dikutip Minggu (15/5/2022).

    Jadi dia mengingatkan jika ada orang yang mengatakan menyadap WhatsApp atau layanan pesan instan dan media sosial yang dienkripsi harus curiga. Penyadapan memang bisa dilakukan namun membacanya tidak bisa karena platform yang dienkripsi.

    Berikut modus penyadapan WhatsApp dan pemerasan:

    1. Penipu akan mengiklankan dirinya memiliki kemampuan platform seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan Twitter. Dengan tambahan kemampuan bisa melakukannya tanpa menyentuh HP target, tidak diketahui, dan privasi aman serta terpercaya.

    2. Jika ada korban yang terpancing dan menghubungi nomor ponsel yang ada di iklan tersebut, maka pelaku akan mengeluarkan jurusnya agar korban terpercaya.

    3. Setelah itu, pelaku akan meminta bayaran dan memberikan rekening bank untuk menampung pembayaran korban.

    4. Meskipun akun Twitter penipu dilaporkan dan diblokir Twitter, tapi rekening dan e-wallet yang disampaikan pelaku masih aktif dan belum ditutup berdasarkan laporan Vaksincom.

    Alfons menambahkan para pelaku akan menggunakan istilah teknis seperti two factor authentivation, pemindai sidik jari, dan beberapa tangkapan layar terlihat seperti proses penyadapan telah berhasil dan berjalan.

    Dalam menjalankan aksinya, korban akan diberikan laporan tampilan keberhasilan. Namun akan ada kebutuhan dana tambahan dan setelah dikirimkan muncul masalah lain kembali butuh dana lagi.

    “Hal ini akan dilakukan berulang-ulang dan tanpa sadar korbannya akan makin ngebet untuk mendapatkan hasil sadapan ini dan mengirimkan kembali dana yang diminta. Sampai satu titik dimana uang yang dikirimkan sudah sedemikian besar namun hasil sadapan belum diberikan dan korbannya marah dan tidak bersedia mengirimkan uang yang diminta lagi,” jelasnya.

    “Maka aksi penipuan ini berganti menjadi aksi pemerasan dan teror, dimana jika tidak mengirimkan uang yang diminta, maka pemilik nomor yang ingin disadap akan diberitahu bahwa korban ingin menyadap nomor tersebut”.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Rahasia Cara Chatting Whatsapp Gratis Tanpa Kuota Sepeserpun

    (npb/npb)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.