Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Teknologi TV Digital Lebih Ringkas dari TV Analog, Kok Bisa?
    Insight News

    Teknologi TV Digital Lebih Ringkas dari TV Analog, Kok Bisa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Mei 2022Updated:12 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Proses migrasi dari TV analog ke TV digital telah berjalan di tahap pertama pada 30 April 2022. Proses ini akan dilanjutkan hingga tahap kedua pada 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga pada 2 November 2022.

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan hingga saat ini teknologi penyiaran analog masih mendominasi penyiaran. Teknologi tersebut hendak ditingkatkan dengan menggunakan teknologi digital.

    Teknologi analog diketahui dapat mengemas data yang hendak disiarkan dalam rupa modifikasi (mengatur/mengubah-ubah) amplitudo, frekuensi, atau phase (sudut) sinyal. Meski begitu, data berbentuk perubahan amplitudo, frekuensi, atau phase tersebut membutuhkan ‘tenaga’ yang besar untuk menjaga konsistensinya hingga diterima penonton.

    “Selain itu, gangguannya pun banyak, mulai dari cuaca hingga kondisi fisik permukaan bumi seperti adanya gunung, bukit, atau gedung tinggi. Itulah kenapa, menara pemancar disebar di titik tertentu supaya kualitas data yang ditransmisikan terjaga kekuatan dan konsistensinya,” ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Rabu (11/5/2022).

    Hal itu jelas berbeda dengan Teknologi digital (dalam hal ini TV Digital) yang lebih ringkas. Data yang diubah akan lebih ringan ditransmisikan. Kesederhanaan pengkodean dibandingkan dengan modifikasi amplitudo, frekuensi, phase membuat setiap gangguan mudah dikoreksi.

    “Itulah mengapa siaran berteknologi digital minim gangguan. Bila ada gangguan pun, sangat cepat dikoreksi,” tambah Johnny.

    Selain itu, keringkasan pengemasan juga mempermudah transmisi data berjumlah besar dalam tempo cepat. Dengan kata lain, data berkualitas tinggi berbentuk gambar bersih dan suara jernih akan mudah dan lancar ditransmisikan dengan teknologi digital. Hasilnya adalah tontonan mengenakkan mata dan memanjakan telinga pemirsa televisi.

    “Teknologi digital inilah yang hendak digunakan di teknologi penyiaran. Pemirsa televisi analog, cukup menambahkan set top box saja. Tidak harus selalu ganti pesawat televisinya. Begitu terangkai dengan set top box, silakan menikmati gambar bersih, suara jernih, berkat teknologi canggih. Salam Modi. Mari migrasi ke TV Digital,” pungkas Johnny.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kominfo Akan Matikan Semua TV Analog, Catat Jadwalnya!

    (rah/rah)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.