Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kominfo Beberkan Soal Penataan Infrastruktur Digital
    Insight News

    Kominfo Beberkan Soal Penataan Infrastruktur Digital

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Mei 2022Updated:11 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan perlu adanya penataan infrastruktur digital. Adapun langkah pertama yang dilakukan adalah mengatur penggunaan gelombang radio yang frekuensinya digunakan penyiaran televisi yakni teknologi analog.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjelaskan penataan tersebut melalui migrasi dari teknologi penyiaran analog menjadi teknologi penyiaran digital.

    Menurut dia, teknologi analog dalam penyiaran televisi memakan cukup banyak ruangan frekuensi. Sehingga jatah ruang frekuensi jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan penyaluran dengan teknologi digital.

    “Dulu sebelum digital jadi semerbak seperti sekarang ini, sebutlah era tahun 50-an sampai dengan tahun 2000-an, teknologi penyiaran televisi masih analog. Spektrum gelombang kala itu memang amat longgar. Tidak ada yang mengisi. Selanjutnya lahir lembaga penyiaran swasta ikut meramaikan,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022).

    Dia menyebut, pada 2021 jumlah stasiun televisi yang bersiaran secara analog di Indonesia mencapai 728 sehingga informasi yang dibawa televisi dapat dibilang terbatas.

    “Sudah pasti, saat 728 stasiun penyiaran ini memancarkan informasi, berjejalan dalam satu spektrum. Berombongan, gelombang pembawa konten itu berjalan hilir mudik menyampaikan data dan informasi ke masyarakat Indonesia untuk disajikan di televisi,” jelas dia.

    Di samping itu, sejak pandemi Covid-19, sebagian besar orang menggantikan perjumpaan antar wajah dengan tatap muka melalui itu video call, zoom, google meet, atau sederet aplikasi lainnya.

    “Makin bekerja keras gelombang radio menghantarkan ilmu, informasi dan tentunya menghantarkan cinta dan simpati pada orang-orang yang membutuhkan. Bisa juga dikatakan padatnya lalu lintas jagat dunia gelombang radio meningkat berlipat,” tegasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kominfo Akan Matikan Semua TV Analog, Catat Jadwalnya!

    (rah/rah)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.