Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Curhat Karyawan Tiktok, Siksaan Mental dan Tak Bisa Tidur
    Insight News

    Curhat Karyawan Tiktok, Siksaan Mental dan Tak Bisa Tidur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Mei 2022Updated:11 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mereka menggambarkan siksaan pekerjaan di salah satu raksasa media sosial itu.

    Hal tersebut diungkapkan Dylan Juhnke yang pernah bekerja sebagai brand partnership di perusahaan itu. “Cara karyawan Tiktok diperlakukan adalah kebalikan dari platform Tiktok,” tulisnya dalam sebuah memo tahun 2021 lalu, dikutip dari Business Insider, Selasa (10/5/2022).

    Dia mengunggah memo itu secara internal, setelah mendapatkan sanksi saat bertanya di pertemuan town hall mengenai atasannya yang mengabaikan pertanyaan soal kompensasi karyawan dan mengundurkan diri.

    The Wall Street Journal juga melaporkan cerita mantan karyawan Tiktok. Mereka harus menghadapi budaya bekerja dengan tekanan tinggi seperti meeting 85 jam, kurang tidur, hingga siksaan mental.

    Pegawai yang pernah bekerja di perusahaan itu juga bercerita mengalami perubahan emosional dan berat badan bahkan harus mulai mengikuti terapi psikologis. Cerita lainnya menyebutkan salah seorang karyawan harus menunjukkan dokumen bukti mengenai kondisi medis yang mengancam jiwanya supaya manajernya memberikan izin tidak lembur dua hari berturut-turut.

    Melody Chu menuliskan pengalamannya dalam tiga unggahan di laman Medium dengan judul “Seperti Apa Rasanya Bekerja di Tiktok’. Dalam posting di bulan April, dia menceritakan harus rela tidak pernah makan malam di rumah saat hari kerja dan mengikuti rapat pada hari Minggu atau lewat jam 10 malam.

    “Saya tadinya berpikir bahwa saya sudah melalui beberapa hal sulit dalam karir saya sejauh ini [sebelum bekerja di Tiktok],” ucapnya yang sebelumnya bekerja di Facebook selama 5 tahun dan menjadi engineer di NextDoor.

    Wall Street Journal mencatat banyak karyawan merupakan veteran dari perusahaan teknologi besar lain. Namun mereka sepakat Tiktok sangat menekankan produktivitas dan kerahasiaan tanpa henti pada tingkat yang luar biasa.

    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.