Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warna Biru Facebook Bukan Tanpa Alasan, Zuckerberg Buta Warna
    Insight News

    Warna Biru Facebook Bukan Tanpa Alasan, Zuckerberg Buta Warna

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Mei 2022Updated:5 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Facebook dan warna biru dianggap identik, tetapi ternyata hal itu bukan kebetulan. Ternyata, alasan di balik biru yang mendominasi Facebook adalah karena Mark Zuckerberg buta warna.

    Menurut The New Yorker, Zuckerberg buta warna merah-hijau, yang berarti warna yang paling bisa dilihatnya adalah biru. Warna itu juga yang mendominasi situs web dan aplikasi mobile Facebook.

    Dikutip dari Techwelkin, buta warna merah-hijau atau Deuteranomalia adalah suatu kondisi medis yang sebagian besar bersifat genetik dan orang yang mengalami kemungkinan mewarisinya dari ibu. Sekitar 6%-8% pria di bumi mengalami kondisi ini.

    Buta warna merah-hijau disebabkan tidak ada sel-sel kerucut hijau yang berkerja, sehingga penderita cenderung melihat hijau sebagai krem dan merah sebagai kuning kecoklatan.

    Namun, terbukti ini tidak menentukan kesuksesan seseorang. Mark Zuckerberg telah membuktikannya.

    Zuckerberg bahkan sempat menolak Yahoo! yang menawarkan US$ 1 miliar untuk mengambil alih Facebook. Dia memutuskan membesarkan Facebook sendiri hingga Facebook berhasil mencapai kapitalisasi pasar US$ 100 miliar ketika menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum lewat penawaran umum perdana saham (IPO).

    Bukan cuma bos Facebook. Tokoh sukses lainnya yang mengalami kondisi buta warna merah-hijau adalah mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Christopher Nolan, sutradara film langganan box office yang terkenal dengan seri Batman yang dibintangi Christian Bale.

    Kondisi buta warna pertama kali dicetuskan oleh John Dalton. Ia menggambarkan kebutaan warnanya sendiri pada tahun 1794. Sama dengan saudaranya, ia gagal membedakan warna scarlet (merah tua) dengan hijau dan merah muda dengan biru. Setelah itu, DNA dari mata Dalton dianalisis pada tahun 1994 dan hasilnya kemungkinan besar ia memiliki defisiensi penglihatan warna tipe protan.

    [Dexpert.co.id]

    (Teti Purwanti/dem)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.